Dahsyatnya Mie Rebus “Kampung Keling”, Medan, Sumatera Utara.

Mengenal Kota Medan, Sumatera Utara, banyak orang di Indonesia mengaitkannya dengan Danau Toba (meskipun lokasinya jauh), kemacetan dan yang pasti…makanan khas lokal. Dari mulai Lontong Medan “Selamat Pagi”, Bolu Meranti, dan bagi saya, ada satu tempat dan makanan yang selalu menyisakan banyak kenangan rasa di lidah ini.

Bila anda anda berkunjung ke Medan, sempatkan diri anda untuk mencoba makanan khas lokal yang pasti sudah banyak anda kenal, seperti mislanya lontong Medan, atau Bolu Medan “Meranti”. Jangan lupa untuk menyempatkan diri anda untuk datang ke “Kampung Keling”.

Wilayah ini dinamakan “Kampung Keling”, sesuai namanya yang artinya “Kampung India” dalam bahasa Indonesianya, atau “Little India” nya Medan. Tempat ini merupakan pusat penjualan makanan kaki lima yang populer di Medan, di sepanjang Jl. Pagaruyung, Medan tepatnya. Lokasi ini dikenal menjajakan berbagai jenis makanan, dari mulai Nasi Goreng hingga Roti Canai khas India.

Bisa ditebak, di lokasi ini banyak terdapat orang India atau Bangladesh yang berjualan, sehingga dinamakan “Kampung Keling”. Satu Hal yang menarik saya adalah ketika kami direkomendasikan oleh Uda (Paman) kami, untuk mencoba Mie Rebusnya.

Saya pikir, bolehlah kita coba makanan yang satu ini, toh, saya pun sudah lama ingin mencicipi Mie Rebus, setelah sekian lama merantau di Australia, lidah ini tak tahan rasanya untuk mencoba semua jenis masakan Indonesia Asli khas daerah, apapun itu.

Tak lama setelah kami memesan, perasaan takjub saya datang ketika Pesanan datang. .”Mie Keling”, begitu mereka menyebutnya, merupakan panggilan lain dari Mie Rebnus Medan. Dari segi penampilan, Mie Rebus ini terkesan lain. Kuahnya yang berwarna Coklat tua, serta teksturnya yang agak kental, serta berpadu dengan wangi cumi bakar yang sangat menggoda…hmmmm…sangat berbeda dari Mie Rebus yang ada pada umumnya, dan dari wanginya pun saya sudah bisa membayangkan rasanya.

Sedikit dicampur kerupuk seafood yang sedikit manis dan pedas, diaduk dengan rasa asam dari jeruk nipis dan sedikit rasa pedas dari sambal cengek yang disuguhkan di sendok, yammmm…citarasanya sangat dahsyat!

Saya tidak pernah membayangkan akan bisa mencicipi cita rasa yang sedikit lain dari Mie Rebus yang pernah saya rasakan selama ini. Betul-betul sebuah cita rasa mie yang unik daripada biasanya.

Selidik punya selidik, sang pemilik kedai, H. Zainudin, mengatakan bahwa bumbu rahasinya terletak pada kuahnya yang kental. Sedikit dipadukan dengan kuah kacang, rasanya sedikit gurih dengan aroma ikan yang kuat. Tapi beliau enggan mengemukanan bumbu rahasaianya, tentu saja.

Siapkan diri anda untuk mempir ke tempat ini bila anda berkunjung ke Medan, Sumatera Utara.

Advertisements

Kerajinan Khas Garut Perlu Dipertahankan

Batik, merupakan salah satu aset Budaya Nusantara yang sudah dikenal di seluruh dunia. Keindahan motif serta teknik pembuatannya yang unik, membuat para penggemar Batik tergila-gila kepada jenis produk Nusantara yang satu ini.

Tidak hanya di Jawa Tengah, kerajinan Batik dapat kita jumpai di beberapa tempat di Pulau Jawa seperti Cirebon yang terkenal dengan Batik Trusmi, Tasikmalaya dengan Batik Sukapura, tidak terkecuali Kota Garut yang terkenal dengan Batik Tulis.

Namun, kelangsungan hidup industri Batik saat ini sedang mengalami kelesuan. Selain karena faktor persaingan yang ketat, tentunya hal yang paling dirasakan adalah sulitnya mencari bakat penerus dalam bidang kerajinan Batik ini. Para generasi muda pada umumnya lebih tertarik untuk berfokus di bidang lain. Bila hal ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin kalau produk unggulan asal kota Garut ini lama kelamaan akan punah. Padahal, order pesanan Batik Tulis tidak pernah surut.

Kekurangan tenaga pembatik tulis ini sangat terasa ketika pesanan batik tulis sedang banyak. Untuk melatih 1 orang untuk membatik, dibutuhkan waktu yang relatif lama. Dari 20 orang yang mencoba, hanya 4 atau 5 orang saja yang mampu. Teknik dan keterampilan khusus sangat dibutuhkan dalam proses pembatikan. Sebagai contoh, memegang ‘canting’ tidak sama seperti memegang pulpen atau pensil. Bagi yang tidak terbiasa memegang ‘canting’, tentu akan sulit untuk membatik secara langsung. Jangankan menggambar motif Batik yang rumit, memegang canting saja masih kaku.

Diakui beberapa pengusaha lokal Batik Tulis, mencari tenaga pembatik memang tidak mudah. Meskipun demikian regenerasi tenaga ahli tidak pernah berhenti untungnya. Selalu ada generasi muda yang berbakat untuk melakukan hal tersebut.

Kepala Subdinas Pemasaran Produk Wisata Kabupaten Garut kala itu,Ibu Hj. Yati Rohayati, S.E. menuturkan, Batik Garutan merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Garut. Oleh karena itu Pemerintah Daerah wajib untuk melestarikannya.

Adapun beberapa langkah yang dilakukan Dinas terkait dalam upaya melestarikan produk unggulan tersebut. Diantaranya dengan mengadakan lomba desain busana Batik Garutan, atau Lomba Model berbusana Batik Garutan.

Hal yang paling kongkrit, setiap hari Jum’at, pegawai di lingkungan Pemda Garut wajib memakai baju dari kain Batik Garutan.

Semoga Produk Unggulan di seluruh Nusantara dapat terus dipertahankan  dan diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia.

Bordir Tasik, Keindahan Karya Tangan Jawa Barat.

Dari berbagai hasil produk kerajinan tangan khas berbagai daerah di Indonesia, banyak sekali yang telah mengenal produk kerajinan bordir tangan. Ya, produk kerajinan ini sangat populer dikalangan dalam dan luar negeri. Bagaimana tidak, keindahan ukiran bordir yang dibuat pada kain kebaya atau produk lain, telah diakui oleh para wisatawan dari seluruh dunia.

Untuk anda ketahui, “Bordir” sendiri berasal dari kata baku bahasa inggris “Embroidery”. Teknik produksi ini dikenal dengan teknik sulaman jahit yang dilakukan pada suatu media sebagai hiasan atau motif pada media tersebut. Ada berbagai jenis teknik Bordir, dari mulai manual, hingga komputerisasi. Khusus untuk produksi Bordir dengan teknik komputerisasi, biasanya dibuat untuk skala yang besar, dan pola serta motifnya cenderung sama. Contoh Bordir jenis ini bisa kita jumpai pada berbagai jenis produk yang umum, seperti badge, topi, atau bahkan pakaian.

Untuk Bordir yang dibuat dengan tangan, umumnya jenis ini sangat diminati oleh para penikmat busana kebaya, atau kerajinan tangan lain yang bisa diterapkan motif bordir, seperti taplak meja, kain songket, Mukena atau hiasan-hiasan aksesoris rumah. Kerajinan tangan ini sudah sangat terkenal hingga ke timur tengah bahkan eropa. Terbukti, ketika penulis pernah melakukan eksebisi / pameran produk Bordir ke Saudi Arabia, para pengunjung pameran dibuat takjub oleh hasil karya serta proses produksinya yang tergolong unik. Tak ayal, barang yang dipamerkan pun habis dibeli oleh para pengunjung.

006 sutra 450
Contoh Produk Kebaya yang kaya akan motif hias Bordir. (foro: Koleksi Pribadi)

Untuk jenis proses pembuatan Bordir tangan, di Indonesia sendiri banyak sekali jenisnya. Biasanya, setiap wilayah dan daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri. Beberapa daerah yang terkenal akan produk bordirnya antara lain Kota Padang, Kudus, Cirebon dan Tasikmalaya.

Seperti halnya produk Batik, produk Bordir telah memiliki tempat khusus di kalangan pecinta fashion. Beberapa designer ternama Indonesia bahkan dunia banyak menerapkan model motif Bordir pada desain pakaiannya.

Proses Produksi.

Untuk menghasilkan produk ini, memang diperlukan keahlian dan skill khusus. Dalam satu divisi, biasanya memiliki beberapa bagian yang menangani proses khusus, seperti misalnya bagian gambar, pola jahit, potong, bahkan hingga bagian proses Bordirnya itu sendiri.

Sebagai langkah awal, motif bordir dibuat pada kertas tembus pandang/kertas telur, sehingga pattern yang diiinginkan akan tercetak pada kertas. Setelah itu, pola yang telah ada pada kertas tadi nantinya akan dipindahkan dengan menggunakan pensil khusus, serta kertas karbon.

Pola Bordir pada kertas telur akan ditempelkan pada kain yang telah dipotong oleh bagian pemotongan kain. Selanjutnya dengan menggunakan pulpen yang kosong tintanya, dengan mengikuti alur pola, maka otomatis motif bordir akan berpindah ke media kain melalui kertas karbon yang disisipkan diantar kain dan kertas telur.

Proses Bordir.

Untuk proses Bordir sendiri, bisa dilakukan oleh dua jenis mesin; mesin elektrik dan mesin jahit. Hasil produk dengan kedua mesin tidaklah terlalu jauh berbeda, hanya, hasil Bordir dengan menggunakan mesin jahit terlihat lebih natural dan tidak kaku. Teknik Bordir sendiri memerlukan keterampilan khusus yang luar biasa syarat akan ketekunan serta kesabaran dan ketelitian.

Kain yang telah tergambar oleh pola motif Bordir, selanjutnya diserahkan kepada bagian produksi Bordir untuk diproses. Dengan menggunakan alat khusus, kain tersebut akhirnya ditambahkan ornamen Bordir, dimana warnanya disesuaikan dengan desain yang diinginkan.

Bordir Tasikmalaya

Salah satu daerah yang terkenal akan produk Bordirnya adalah Tasikmalaya. Wilayah Kabupaten ini terletak di wilayah Tenggara bagian Jawa Barat. Wilaayah ini dikenal juga dengan nama “Kota Seribu Pesantren”. Memang benar, tempat ini didominasi oleh pesantren-pesantren yang jumlahnya tidak terhitung, selain dikarenakan mayoritas penduduknya beragama Islam. Kota ini termasuk salah satu tempat bersejarah, dimana beberapa tokoh pahlawan nasional lahir di tempat ini.

gaun merah1 #4
Motif Bordir dari dekat.

Disadari atau tidak, ketika krisis moneter yang disusul oleh berbagai krisis lainnya di tanah air pada awal tahun 1998, justru bidang ritel-lah yang mampu menggerakkan roda perekonomian. Terutama industri ritel bagi kalangan kecil dan menengah yang dikenal sebai UKM (Usaha Kecil Menengah). Ternyata hiasan bordir bukanlah sekedar hiasan yang mengandung arti sejarah belaka. Hiasan bordir merupakan sebuah industri besar yang menghasilkan. Menariknya, usaha tersebut mampu membantu berubahnya perekonomian di berbagai tempat di tanah air.

Tidak disangka, daerah Jawa Timur pun memiliki pusat UKM Bordir. Daerah-daerahnya mencakup beberapa kota. Di antaranya, Malang, Probolinggo, Trenggalek dan Pasuruan. Bahkan Sidoarjo, Mojokerto pun tidak ketinggalan.

Belum lagi dibantu oleh Lumajang dan ibukota Jatim sendiri, Surabaya. Produk-produk hiasan bordir yang dipasarkan tentunya beraneka ragam. Tidak hanya kain yang diberi bordir saja tapi merupakan pemenuhan kebutuhan sandang. Mulai dari atasan wanita (blouse) dan rok, rompi, kerudung. Busana Muslim pun tidak ketinggalan untuk dihiasi oleh bordir tadi.

IMG_0459
Salah satu unit produksi Bordir milik keluarga. (foto: Koleksi Pribadi)

Belum lagi pakaian pria yang turut menjadi tempat si bordir berpijak. Tentu saja kebaya, mukena, tas sampai kepada sprei dan taplak tidak terlewatkan untuk dihiasi motif Bordir.
Ternyata diluar dugaan, hasil karya bordiran mampu merambah kota besar lainnya bahkan sampai ke luar negeri. Kota-kota besar di tanah air yang berhasil dijangkau adalah Bali, Jakarta, Semarang, Bandung sampai ke Banjarmasin dan Kalimantan. Sementara untuk upaya ke luar negeri yang sudah dicapai adalah ekspor ke Malaysia, Jepang, Timur Tengah, Eropa dan Amerika.

Batam Island Culinary.

Kota Batam, merupakan salah satu kota kecil yang sibuk akan kegiatan perniagaan di Kepulauan Riau. Hanya butuh waktu 30 menit untuk menyeberang ke Singapura, tidak heran bila kawasan ini menjadi salah satu target wisata para pelancong, baik itu lokal maupun mancanegara.

Kali ini, saya pikir merupakan sebuah harus membuat artikel khusus untuk menceritakan pengalaman saya menyantap berbagai hidangan khas Kota Batam, Kepulauan Riau.

Bagaimana tidak, setiap perjalanan saya ke Batam seringkali meninggalkan kesan sangat mendalam. Selain suasana kota kecil yang khas akan nuansa Melayu dan China kuno, di kota ini juga terdapat berbagai tempat yang merupakan kawasan perniagaan modern.

Menyantap hidangan khas lokal adalah sebuah keharusan bagi saya setiap kali datang ke kota ini.

Mie ‘Pansit’.

Merupakan sebuah keharusan bagi anda yang datang ke kota ini, untuk mencoba salah satu menu lokal andalan; Mie Pansit.

Kami menyebutnya demikian, karena penuajiannya yang kental dengan aroma dan cita rasa ‘Kanton’ atau oriental.

Mie dibuat khusus dengan olahan telur dan tepung yang diproses tradisional khas cina kuno, dengan ditaburi ayam suir yang dibumbui ala peking, serta dipadukan dengan kuah ayam serta baso ikan yang lezat nan gurih.

Rasa mie yang ‘plain’, dikombinasikan dengam minyak ikan serta ayam suir, menampilkan cita rasa aroma yang lezat antara perpaduan, asin, manis serta sedikit sensasi gurih.

Luti Gendang

Merupakan salah satu jajanan khas lokal Kota Batam, dan hanya ada di kota ini. Kata ‘Luti’ sendiri berasal dari pengucapan ‘Roti’ oleh suku kantonese disana. Gendang’ sendiri merupakan sebuah tempat dari salah satu kepulauan Riau.


Bentuknya hampir mirip dejgan risoles, dengan campuran tepung dan terigu, roti 8ni digireng dengan campuran isi yang bervariasi diantaranya ayam, sapi dan ikan tuna.

Dengan cita rasa manis, gurih serta sedikit pedas, makanan ini cocok disantap sambil menikmati minuman teh hangat.

Lontong Sayur Padang, Bengkong.

Adalah salah satu menu sarapan favorit saya setiap pagi di Batam. Dengan resep kuah padang yang sedikit manis serta pedas, dipadukan remasan keripik balado, telur rebus, serta sayur nangka, membuat cita rasa lontong sayur ini begitu pas.

Sebagai pendamping, lontong bisa anda santap dengan bakwan goreng yang disediakan.

Dengan harga Rp.7.500,- per porsi, dijamin bisa membuat sarapan anda tahan hingga siang hari. Mantap!

Sate Padang “Surya”,Tanjung Piayu.

Ada yang sedikit membuat istimewa tentang sate ini. Pak Surya (Nama pemilik sate ini, red.), menyediakan 2 macam jenis bumbu pilihan untuk satenya; Bumbu Kacang dan Bumbu Padang

Selain itu, yang saya rasakan dari sate olahan Pak Surya ini adalah aroma bumbu dagingnya yang khas; tidak asin dan renyah dagingnya.

Berlokasi di Tanjung Piayu, Harga yang ditawarkan cukup murah; hanya 10.00p IDR saja, sesuai dengan motto usaha Pak Surya: “Rasa Bos Harga Kos”.

Nah, bagi rekan-rekan yang berkunjung ke Batam, bisa mencoba untuk mengunjungi makanan yang saya sebutkan diatas. Dan, bagi sahabat ‘iroquistore’ yang ingin menambahkan lokasi lain, kami tunggu informasinya.

Selamat berpetualang kuliner di Batam!

“Steak Batu” a la Adelaide, South Australia.

Mendapat undangan makan malam adalah salah satu moment favorit dalam hidup saya. Bagaimana tidak, berbagai tempat makan dan masakan dari seluruh penjuru bumi kerap saya cicipi. Tidak heran, bila kadang berat badan saya kadang naik tanpa alasan.

Kali ini, saya mendapat telepon dari teman saya, dan ia mengajak kami untuk diner bersama. Karena kami kebetulan memiliki hobi yang sama: Wisata Kuliner.

image
Melihat posisi dan review restoran tempat kami bertemu nanti, saya sempat mendengar kabar bahwa restoran tersebut merupakan satu-satunya restoran yang menyediakan hidangan unik; Steak yang dimasak diatas batu.

Berlokasi disekitar distrik kota Adelaide, saya beserta istri bergegas mendatangi restoran itu. Siasananya khas eropa, dihiasi dengan tembok yang tidak diplester, sehingga tampak hiasan bata sebagai ornamen utamanya.

Setelah para undangan lengkap, kami pun segera melihat daftar menu, dan benar saja, hidangan utama mereka adalah Steak Batu.

Ada sedikit rasa keingintahuan saya, bagaimana bisa orang eropa memasak steak dengan cara seperti ini, sementara dari beberapa masakan yang pernah saya coba selama berkelana, hidangan seperti ini biasanya populer dikalangan penduduk Timur Tengah. Tapi sudahlah, yang penting saatnya saya mencoba cita rasa yang siap mereka sajikan.

Harga untuk satu menu bervariasi, namun kisaran harga biasanya mencapai 30 AUD hingga 40 AUD per porsinya. Agak sedikit mahal, tapi memang menu yang ditawarkan dihitung berdasarkan berat daging. Beratnya rata berukuran 250 gram hingga 500 gram.

Jadi masuk akal perhitungannya, mengingat harga daging sapi premium disini lumayan mahal.

Dari beberapa menu, saya tertarik dengan menu speciality mereka, Rump Steak 500 gram. Wow, saya pikir apakah saya sanggup menghabiskan setengah kilo daging mentah, tapi ya sudahlah, saya bisa share bersama istri saya bila tidak sanggup saya habiskan nanti.

Variasi daging yang ditawarkan terdiri dari daging Kambing, domba dan sapi. Tidak tersedia daging Babi dalam menu disana, karena daging babi perlu dimasak betul hingga matang, guna membunuh bakteri yang terkandung didalamnya. Dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami tidak menyediakan menu daging Babi. Begitu kata manajer restaurant itu menuturkan kepada kami.

Setelah memesan, hidangan pun segera tiba. Tampak seonggok daging segar dihiasi sedikit sayuran, nampak menggirukan. Disamping daging terletak sebuah batu pipih berwarna hitam. Setelah meletakan hidangan, pelayam sedikit memeberikan informasi kepada kami bahwa batu sangat panas, dan jangan disentuh oleh tangan.

image

Cara memakannya saya gunakan metode tersendiri, saya potong terlebih dahulu bagian terbesar daging kedalam bagian lumayan sedang, dan saya simpan potongannya diatas batu.

Saya menyukai jenis masakan steak yang medium’; dimana memasaknya cukup sebentar, dan tidak perlu terlalu matang. Karena bagi saya, cara memasak seperti ini menghasilkan cita rasa daging yang lembut, sedikit terasa manis dan segar.

Tidak lupa, untuk setiap hidangan bisa kita pilih saus pendampingnya. Ada BBQ sauce, Mushroom sauce dan Plain Gravy.

Luar biasa, ketika saya coba masakan ini, dagingnya terasa lembut, seperti meleleh kedalam lidah anda. Irisan demi irisan daging pun saya celupkan ke dalam saus mushroom pilihan saya. Tidak terasa, hingga potongan terakhir, semua potongan daging telah saya habiskan. Malah dirasa kurang, saya pun harus menghabiskan porsi pesanan istri saya, karena istri saya bukan penggemar makan daging seperti saya. Apalagi besar daging yang dipesan minimum berstnya 250 gram, cukup hesar bagi ukuran wanita.

Jadi, masak daging diatas batu panas bukan hanya kebiasaan memasak para masyarakat Timur tengah. Terbukti, di restoran ini, rata-rata pengunjung adalah para orang lokal, hanya cita rasa yang ditawarkan berbeda dengan cita rasa Timur Tengah tentunya.

Berani coba? ayo kita cicipi bersama.

“Grilled Oyster”, Uniknya Cita Rasa Tiram khas Yunani.

image

“Oyster” (dalam bahasa Inggris), atau biasa disebut ‘Tiram laut’ dalam bahasa Indonesia, sering digunakan sebagai menu pembuka, atau pendamping minum bir, khususnya bagi para penggemar hidangan Seafood, Oyster sudah merupakan menu wajib.

Banyak cara memasak untuk menikmati hidangan yang satu ini. Dari mulai dimakan secara mentah, atau dibakar, bahkan barbeque.

Dengan memakan Oyster secara mentah, dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria (katanya, hehe). Bagi beberapa orang yamg menyukainya, cara menyantapnya pun cukup mudah, hanya dicampur dengan lemon, atau jeruk nipis…dan ‘sluuurrrpp!!’..oyster siap dimakan.

Ada salah satu resep unik dari Oyster ini, dan dari beberapa resep yang saya pernah rasakan, sejauh ini, resep inilah yang paling cocok di lidah saya.

Entah menyebutnya resep ala apa, atau berasal dari daerah mana, tidaklah penting bagi saya. Namun demikian, memasak Oyster ini tidaklah sulit. Cukup menuangkan beberapa bumbu khas yang mudah didapat disini, maka jadilah sudah menu ini untuk disantap.

image

Saya biasa menyebutnya resep ala ‘Greek’ atau Yunani. Hehehe..bukan apa-apa, karena biasanya yang menjual seafood dikawasan Adelaide ini rata-rata adalah orang Yunani, dan biasanya resep dan cara memasaknya pun didapat dari orang Yunani, yang resepnya diturunkan secara turun temurun.

Cara memasaknya:

Tuangkan sedikit spaghetti Sauce, keju Mozarella. Dan masukkan kedalam oven selama 30 menit.

Satu resep lagi, tuangkan sedikit Garlic, Basil, Butter (mentega), garam. Masukkan kedalam oven, dan.. rasakan rasanya!

Tampilan makanan setelah matang? Like heaven..rasanya? Yahuuud!!! Namun, perlu diingat bagi anda yang kurang senang dengan jenis makanan ini karena teksturnya yang memang agak berlendir, harus sedkit waspada dalam menyantapnya.

Sedikit tips, bagi anda penggemar wine atau anggur, ketika mengkonsumsi makanan ini, bisa dicoba dengan ditemani oleh anggur Putih khas South Australia, atau ditemani Bir dingin dan sedikit tambahan lemon dalam bir.

image

Selamat mencoba, sobat!

Nikmatnya Domba Guling Khas Australia

“Gurih dan Empuk”. Begitu kira-kira ucapan dari mulut saya ketika pertamakali mencoba salah satu makanan khas Australia, Lamb Spit’, begitu orang-orang disini menyebutnya.

Lamb spit merupakan makanan yang berbahan dasar Domba muda yang berukuran sedang, kira-kira berumur 1 sampai 1.5 tahun, dan dimasak secara utuh. Kalau di Indonesia, boleh kita samakan dengan Kambing guling. Hanya bedanya, Domba disini berukuran agak gemuk, dan lebih cenderung mengandug lemak.

Saat itu saya kebetulan diundang oleh teman dekat saya, Pak Gede, dalam sebuah acara ramah tamah serta silaturahmi bersama rekan lain yang kebetulan juga tergabung bersama dalam sebuah kelompok musik Indonesia di Adelaide, South Australia. Memang bagi kebanyakan orang disini, biasanya menu Lamb spit menjadi pilihan utama dalam acara perjamuan atau ulang tahun yang sifatnya besar.

SAMSUNG 2988
Tony, sahabat saya, sedang menyantap lamb spit.

Lokasi acara kebetulan berada diluar kota Adelaide, di Lobethal tepatnya. Sebuah desa kecil nan indah, dikelilingi oleh bukit dan kebun anggur. Udara disana dingin dan sering berkabut ketika pagi tiba, cocok untuk secangkir kopi hangat ketika sarapan.

Acara berlangsung mulai pukul 12 siang, bertepatan dengan waktu makan siang. Dibutuhkan waktu sekitar 45 menit berkendara dari Adelaide ke Lobethal, maka saya beserta istri tidak menyia-nyiakan waktu untuk segera berangkat secepatnya.

Ketika sampai disana, tampak beberapa teman sudah hadir, kami pun beramah tamah dengan para undangan, dan mata saya tentu saja tertuju kepada suatu objek: sebuah tumpukan batu bara menyala, nampak diatasnya seekor domba utuh yang ditusuk kedalam sebuah tombak besi yang disimpan melintang diatas bara. Itulah lamb spit yang saya nantikan.

biasanya, sebelum dibakar, domba diberi bumbu terlebih dahulu. Banyak bermacam cara memberi bumbu pada domba ini sebelum dibakar, tapi khusus bagi Pak Gede, yang telah lama tinggal di Australia dan gemar memasak beserta istri, beliau menggunakan resep khusus.

SAMSUNG 1963
Ukuran domba di Australia bisa seukuran orang dewasa besarnya!

Selama satu malam, domba utuh direndam dalam ramuan khusus yang terdiri dari garam, gula, anggur merah, rosemarry, bawang putih dan oyster sauce. Setelah bumbu meresap, baru domba utuh ditusuk kedalam tombak besi yang nantinya disimpan melintang diatas batu bara.

Domba dimasak selama kurang lebih 3 jam hingga meresap masak kedalam. Adapun tanda daging domba sudah matang, biasanya daging berwarna kecoklatan muda. Usahakan jangan dimasak terlau kering atau matang, karena akan kehilangan sari rasa nya yang khas. Domba Australia memang terkenal akan kenikmatannya ketika dimasak setengah matang, dan dagingnya masih berwarna agak kemerahan. Tampak asing memang memakan daging agak setengah matang, tetapi memang disitulah kelezatannya, silahkan anda coba sendiri bila tidak percaya.

Ketika sudah matang, lamb spit siap disantap dengan cara diiris, biasanya dipadukan dengan kentang bakar, atau ‘mash potatoes’. Kentang bakar? ya, cara memasaknua mudah. Kentang ini cukup dibungkus dengan aluminiun foil, dan disimpan didalam bara api selama mungkin. Meskipun dibakar, kentang ini tidak akan hangus dalamnya, karena terlindungi oleh aluminium foil. Malah sebaliknya, kentang ini terasa lembut didalam.

SAMSUNG 3036Oh ya, dalam penyajiannya, lamb spit dipadu dengan kentang bakar, lettuce, irisan bawang bombay, irisan wortel, dan kacang polong yang direbus. Jangan lupa siram sedikit saus khusus yang biasa disebut gravy dalam istilah inggrisnya.

Kamu bisa mencobanya di Indonesia, dengan bahan berbeda tentunya. Kita bisa gunakan kambing sebagai bahan utamanya.

Selamat mencoba!

Resep Gepuk Tradisional

Gepuk merupakan jenis masakan daging yang telah diberi bumbu terlebih dahulu, kemudian diolah dengan cara digoreng utk dihidangkan.

BAHAN:
– kemiri
– Laos
– Bawang putih
– Bawang merah
– Daun salam
– Sirih
– Kelapa Parut
– Santan

Siapkan 1 kg daging.
5 biji bawang putih, 5 biji bawang merah,1 ons laos, 1 ons kemiri, garam gula sckupnya agak manis klo ada santan sedikit. Semua bumbu halus, daging empuk dipotong dan digeprek. ‘ungkeb’ daging dengan semua bumbu. tambahkan daun salam & sereh sampai kering, lalu goreng dengan api kecil.

Resep ini telah kami coba dan hasilnya cukup memuaskan ketika kami berjualan dalam acara ‘Indofest 2012’ di Adelaide, Australia. Gepuk kami habis terjual bahkan ada yang berusaha memesan khusus.

Selamat mencoba