All posts by bogue13

Abahnya Sarah Aulia D.R., Penikmat Musik, Siswa Alam Semesta

Zubey Membumi Dengan Tinggalkan Hanya Jejak

"Jika tidak bisa membuat sesuatu jadi lebih bersih maka janganlah membuatnya jadi lebih kotor"

Perhelatan Hari Bumi kali ini diwarnai oleh dilepasnya sebuah karya yang bertajuk “Tinggalkan Hanya Jejak” oleh musisi berbakat bernama Zubey. Tinggalkan Hanya Jejak sebuah karya yang mengangkat isu-isu mengenai lingkungan hidup dengan komposisi musik yang ringan, easy listening dan catchy, mungkin hal ini sangat berbeda 180 derajat mengingat Zubey ini adalah salah seorang pelaku musik (gitaris) di ranah musik Grunge bersama bandnya Freak.

Tapi disisi lain Zubey ini memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap alam dan lagu ini merupakan rangkuman pengalamannya bergumul dengan alam bebas.


Pesan utama dalam lagu ini ialah “Jika tidak bisa membuat sesuatu jadi lebih bersih maka janganlah membuatnya jadi lebih kotor”.
Tinggalkan Hanya Jejak dapat disimak digerai-gerai digital, klik saja link dibawah ini.


https://linktr.ee/zubey

SMSX Merilis Single Terbaru Bertajuk Bilik Cinta

ArtWork

SMSX sebuah kugiran dari Jakarta baru-baru ini melepaskan album kedua mereka yang bertajuk SMSX (self-titled) dipertengahan tahun 2020 tepatnya 10 Juni 2020 yang berisi 10 karya mereka. Dengan lineup Nyoman (vokal), Pras (gitar), Fani (gitar), Imam (bass) dan Taufan (drum), mereka konsisten mengusung genre ambience pop.
Album SMSX yang terbaru ini dilepas dalam format kaset yang diproduksi terbatas hanya 50 buah, namun jangan khawatir bagi yang gak kebagian kasetnya, karya-karya SMSX bisa disimak di gerai-gerai digital seperti spotify, apple music, joox dan lain sebagainya.
Dan sebagai single perdana yang dilepas dari album ini adalah karya mereka bertajuk Bilik Cinta, sebuah karya yang secara musikalitas dapat memberikan sebuah pengalaman, pengalaman tersebut mencakup halusinasi, perubahan persepsi, sinestesia, perubahan keadaan sadar, keadaan mistik dan diakhiri oleh pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang telah terjadi dan kemungkinan apa yang akan terjadi. Secara lirik Bilik Cinta ini bagaimana melihat sebuah percintaan dari sisi nakal, binal namun dikemas dengan kata-kata yang tidak jorok atau tidak senonoh sehingga tidak merusak nilai estetika dari karya SMSX yang bertajuk Bilik Cinta ini.
Video musik Bilik Cinta dapat disaksikan di kanal resmi YouTube SMSX.

Sumber : SMSX Press Release

Bilik Cinta Audio Promo

Semangat Bhinneka Tunggal Ika Dalam Secangkir Kopi

Berada di peringkat keempat terbesar dalam hal produksi sebanyak kurang lebih 648ribu ton, Kopi Indonesia berada setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.
Pada dasarnya hanya terdiri dari tiga macam biji kopi yang tumbuh di Indonesia, yaitu biji kopi arabika, biji kopi robusta, dan biji kopi Liberika. Kopi di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia diberkati dengan lokasi geografis sangat cocok untuk difungsikan sebagai perkebunan kopi. Indonesia memiliki tata letak yang ideal dengan iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. Walaupun hanya ada tiga jenis kopi di Indonesia, namun disetiap daerah memiliki kekhasan cita rasa dan aromanya masing-masing yang dikarenakan kondisi iklim dan kebiasaan penduduk di daerah masing-masing. Seperti contoh kopi Bali atau umum kopi Kintamani dikatakan salah satu di antara jenis kopi arabika, yang dikenal memiliki rasa manis dan lembut. Kopi Kintamani memiliki tingkat keasaman yang sama dengan kopi Jawa. Namun, ada yang membedakan yaitu dari aroma, Kopi Bali memiliki aroma tajam dibandingkan dengan kopi Jawa. Sedangkan kopi Sumatera memiliki rasa terberat dengan tekstur yang paling halus dan kompleks di kumpulan berbagai kopi di dunia. Di Sumatera Utara, ada tiga terbaik daerah penghasil yaitu Lintongnihuta, Mandailing, dan Sidikalang. Kopi kekhasan Sidikalang diperoleh dari kondisi daerahnya dimana kombinasi udara dingin dan jenis tanah di Bukit Barisan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Dan Warung Kopi Eta Tea menyajikan kopi yang dinamakan Kopi Blend dimana didalam sajian kopi ini menggabungkan berbagai kekhasan kopi Indonesia dalam satu cangkir kopi dengan aroma dan cita rasa yang unik.
Suasana di Warung Kopi Eta Tea ini sangat cocok untuk Anda yang ingin bersantai sore dengan teman sembari minum kopi sambil mendengarkan alunan musik jazz dan new wave. Kopi Blend dengan komposisi 40% kopi arabica Jawa Barat, 40% kopi Kintamani dan 20% kopi robusta Sidikalang disajikan dengan biji kopi yang digiling dadakan lalu diseduh dengan air mendidih yang diukur suhunya sehingga muncul aroma dan cita rasa dari kopinya yang unik. Tidak hanya menyajikan kopi Blend saja, namun disini juga terdapat menu makanan seperti donat, mie rebus, cireng bumbu rujak. Meskipun tempatnya berukuran sedang, namun Warung Kopi Eta Tea ini sangat nyaman untuk bersantai untuk waktu yang lama. Jika anda sekalian sedang berada di Bandung atau tinggal di Bandung bisa datang ke Warung Kopi Eta Tea Jalan Pasang No.2 Bandung untuk menikmati racikan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam secangkir kopi.
Lalu tunggu apalagi?…mulai menjelajahi Indonesia dari secangkir kopi.

Mari Berdansa Bersama King Of Chaindown

Bandung sebagai embrio musik tanah air. Khususnya musik yang bergerak diranah subkultur sehingga berderetan musisi yang memilih jalur non-mainstream dalam berkarya.
Diantara deretan kelompok musik yang berada dijalur non-mainstream ini adalah King Of Chaindown sebuah band yang mengaku beraliran Rock n Roll vintage 60’s 70’s. Tampil garang dengan memasukan unsur Brass Section kedalam karya-karya mereka, King Of Chaindown (KOC) yang digawangi oleh Kolenank – Gitar, Dicky Wood – Bass, Angga Mike – Vokal, Irwan – Trumpet, Hamdan – Trombon dan dibantu beberapa additional player.
Dibentuk di Bandung 12 Juni 2005 lalu KOC dengan musiknya ingin mengajak pendengarnya untuk berdansa. Dipengaruhi oleh beberapa musisi kawakan dunia seperti Chuck Berry, Bob Dylan, Elvis Presley, Muddy Water, Rolling Stones, Led Zeppelin dan Stray Cats, KOC berusaha untuk membuat imej mereka sendiri tanpa harus menjadi idola mereka yang telah mempengaruhi mereka.
Dengan keinginan menginterpretasikan ide dan menjadi bagian dari blantika musik nasional, maka pada 2018 lalu dibawah label NEVERSTOP Records terbitlah It’s Rockin’ Time.
Album yang diterbitkan secara digital ini terdiri dari lima track yang mereka ciptakan sendiri yaitu Kebebasan, Make Luv, Mr. Boogie, Gadis Malam, Ratu Dansa yang bisa disimak di gerai-gerai digital seperti Joox, Spotify dan lainnya.

joox_fb_share-e1565623148632.jpg

index

Akbar Savio, satu diantara seribu


img-20190719-wa00311678065819.jpg

Dari 18133 cahaya bintang di Citeureup, ada satu cahaya bintang yang bersinar unik dan menarik perhatian. Akbar Savio adalah musisi dari sekian musisi asal Bogor yang tengah bersinar dengan terangnya, menularkan semangat dan hasrat musiknya dalam karya-karyanya yang membuat rasa nyaman dan jujur. Beberapa waktu lalu Akbar melepas single bertajuk Home, satu karya yang ditulisnya bersama Damar yang mengisahkan kerinduan seorang Damar terhadap kampung halaman beserta romantika dan dinamika didalamnya, karya ini bisa dinikmati dikanal resmi YouTube Akbar. Bon Iver adalah kugiran panutan seorang Akbar dan semoga suatu saat akan dapat berkolaborasi dalam berkreasi atau sekedar jamming diatas panggung, semoga!.maxresdefault
Ada satu keunikan lagi, kalau pada masa lampau ternyata Akbar ini adalah seorang pencabik bass dari sebuah kugiran pemuja RHCP. Dan sebagai seorang pemimpi ulung Akbar yang bekerja reguler di lembaga sosial, dan saat ini masih menjalankan radio streaming bersama teman temannya di Bogor bermimpi memiliki album rekaman yang bukan sekedar album pengisi rak koleksi, bisa tampil dihadapan publik yang lebih besar, dan punya keluarga yang hidup dengan baik dan bahagia. Aamiiin
KEEP ON ROCKIN’ IN THE FREE WORLD, BUDDY!