Kerajinan Khas Garut Perlu Dipertahankan

Batik, merupakan salah satu aset Budaya Nusantara yang sudah dikenal di seluruh dunia. Keindahan motif serta teknik pembuatannya yang unik, membuat para penggemar Batik tergila-gila kepada jenis produk Nusantara yang satu ini.

Tidak hanya di Jawa Tengah, kerajinan Batik dapat kita jumpai di beberapa tempat di Pulau Jawa seperti Cirebon yang terkenal dengan Batik Trusmi, Tasikmalaya dengan Batik Sukapura, tidak terkecuali Kota Garut yang terkenal dengan Batik Tulis.

Namun, kelangsungan hidup industri Batik saat ini sedang mengalami kelesuan. Selain karena faktor persaingan yang ketat, tentunya hal yang paling dirasakan adalah sulitnya mencari bakat penerus dalam bidang kerajinan Batik ini. Para generasi muda pada umumnya lebih tertarik untuk berfokus di bidang lain. Bila hal ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin kalau produk unggulan asal kota Garut ini lama kelamaan akan punah. Padahal, order pesanan Batik Tulis tidak pernah surut.

Kekurangan tenaga pembatik tulis ini sangat terasa ketika pesanan batik tulis sedang banyak. Untuk melatih 1 orang untuk membatik, dibutuhkan waktu yang relatif lama. Dari 20 orang yang mencoba, hanya 4 atau 5 orang saja yang mampu. Teknik dan keterampilan khusus sangat dibutuhkan dalam proses pembatikan. Sebagai contoh, memegang ‘canting’ tidak sama seperti memegang pulpen atau pensil. Bagi yang tidak terbiasa memegang ‘canting’, tentu akan sulit untuk membatik secara langsung. Jangankan menggambar motif Batik yang rumit, memegang canting saja masih kaku.

Diakui beberapa pengusaha lokal Batik Tulis, mencari tenaga pembatik memang tidak mudah. Meskipun demikian regenerasi tenaga ahli tidak pernah berhenti untungnya. Selalu ada generasi muda yang berbakat untuk melakukan hal tersebut.

Kepala Subdinas Pemasaran Produk Wisata Kabupaten Garut kala itu,Ibu Hj. Yati Rohayati, S.E. menuturkan, Batik Garutan merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Garut. Oleh karena itu Pemerintah Daerah wajib untuk melestarikannya.

Adapun beberapa langkah yang dilakukan Dinas terkait dalam upaya melestarikan produk unggulan tersebut. Diantaranya dengan mengadakan lomba desain busana Batik Garutan, atau Lomba Model berbusana Batik Garutan.

Hal yang paling kongkrit, setiap hari Jum’at, pegawai di lingkungan Pemda Garut wajib memakai baju dari kain Batik Garutan.

Semoga Produk Unggulan di seluruh Nusantara dapat terus dipertahankan  dan diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s