Kota Batam, merupakan salah satu kota kecil yang sibuk akan kegiatan perniagaan di Kepulauan Riau. Hanya butuh waktu 30 menit untuk menyeberang ke Singapura, tidak heran bila kawasan ini menjadi salah satu target wisata para pelancong, baik itu lokal maupun mancanegara.

Kali ini, saya pikir merupakan sebuah harus membuat artikel khusus untuk menceritakan pengalaman saya menyantap berbagai hidangan khas Kota Batam, Kepulauan Riau.

Bagaimana tidak, setiap perjalanan saya ke Batam seringkali meninggalkan kesan sangat mendalam. Selain suasana kota kecil yang khas akan nuansa Melayu dan China kuno, di kota ini juga terdapat berbagai tempat yang merupakan kawasan perniagaan modern.

Menyantap hidangan khas lokal adalah sebuah keharusan bagi saya setiap kali datang ke kota ini.

Mie ‘Pansit’.

Merupakan sebuah keharusan bagi anda yang datang ke kota ini, untuk mencoba salah satu menu lokal andalan; Mie Pansit.

Kami menyebutnya demikian, karena penuajiannya yang kental dengan aroma dan cita rasa ‘Kanton’ atau oriental.

Mie dibuat khusus dengan olahan telur dan tepung yang diproses tradisional khas cina kuno, dengan ditaburi ayam suir yang dibumbui ala peking, serta dipadukan dengan kuah ayam serta baso ikan yang lezat nan gurih.

Rasa mie yang ‘plain’, dikombinasikan dengam minyak ikan serta ayam suir, menampilkan cita rasa aroma yang lezat antara perpaduan, asin, manis serta sedikit sensasi gurih.

Luti Gendang

Merupakan salah satu jajanan khas lokal Kota Batam, dan hanya ada di kota ini. Kata ‘Luti’ sendiri berasal dari pengucapan ‘Roti’ oleh suku kantonese disana. Gendang’ sendiri merupakan sebuah tempat dari salah satu kepulauan Riau.


Bentuknya hampir mirip dejgan risoles, dengan campuran tepung dan terigu, roti 8ni digireng dengan campuran isi yang bervariasi diantaranya ayam, sapi dan ikan tuna.

Dengan cita rasa manis, gurih serta sedikit pedas, makanan ini cocok disantap sambil menikmati minuman teh hangat.

Lontong Sayur Padang, Bengkong.

Adalah salah satu menu sarapan favorit saya setiap pagi di Batam. Dengan resep kuah padang yang sedikit manis serta pedas, dipadukan remasan keripik balado, telur rebus, serta sayur nangka, membuat cita rasa lontong sayur ini begitu pas.

Sebagai pendamping, lontong bisa anda santap dengan bakwan goreng yang disediakan.

Dengan harga Rp.7.500,- per porsi, dijamin bisa membuat sarapan anda tahan hingga siang hari. Mantap!

Sate Padang “Surya”,Tanjung Piayu.

Ada yang sedikit membuat istimewa tentang sate ini. Pak Surya (Nama pemilik sate ini, red.), menyediakan 2 macam jenis bumbu pilihan untuk satenya; Bumbu Kacang dan Bumbu Padang

Selain itu, yang saya rasakan dari sate olahan Pak Surya ini adalah aroma bumbu dagingnya yang khas; tidak asin dan renyah dagingnya.

Berlokasi di Tanjung Piayu, Harga yang ditawarkan cukup murah; hanya 10.00p IDR saja, sesuai dengan motto usaha Pak Surya: “Rasa Bos Harga Kos”.

Nah, bagi rekan-rekan yang berkunjung ke Batam, bisa mencoba untuk mengunjungi makanan yang saya sebutkan diatas. Dan, bagi sahabat ‘iroquistore’ yang ingin menambahkan lokasi lain, kami tunggu informasinya.

Selamat berpetualang kuliner di Batam!

Advertisements