Menikmati Ikan Kerapu Bakar di Tanjung Balai Karimun, Riau.

Perjalanan kali ini membawa saya ke sebuah pulau yang mungkin masih kurang populer bila dibandingkan dengan pulau lain seperti Batam. ya, pulau ini tergolong kecil dan sedikit kuno. Namun, anda akan teringat selalu dengan keindahan serta panorama kota damai nan indah di pesisir pantai khas melayu.

Tanjung Balai Karimun, berjarak hampir 4 jam melalui laut dari Batam. Kota ini sepintas tampak sepi dan sunyi, ditambah jumlah penduduknya yang relatif sedikit. Kami berangkat dari Batam dengan melalui kapal ferri di pelabuhan Sekupang. Ongkos perjalanan berkisar Rp.65.000,- hingga rp.70.000,- untuk sekali jalan per orangnya.

Kampung Suku Laut

Sepanjang perjalanan menuju pulau ini, saya menjumpai sebuah kampung yang terapung diatas laut, ketika saya menanyakan kepada istri saya yang kebetulan asli orang Riau, ia mengatakan bahwa itu adalah kampung suku laut, yang merupakan suku asli wilayah ini.

Gambaran kampung ini hampir mirip dengan sebuah ilustrasi adegan dalam film ‘Waterworld; yang dibintangi oleh Kevin Costner. Tampak bangunan-bangunan yang terbuat dari bambu dan kayu, serta terlihat jaring-jaring yang ditempel disepanjang jalan setapak yang terbuat dari kayu dan bambu.
Tak terasa hampir 4 jam, akhirnya saya tiba disebuah pelabuhan Tanjung Balai. Mesin Kapal mulai terdengar pelan dan tampak para awak kapal mulai sibuk berlalu-lalang sambil berteriak sesekali. Setelah kapal menempel dengan aman, barulah kami turun dan menginjakkan kaki di Tanjung Balai. Ketika itu matahari hampir terbenam, dan kami segera mencari tempat penginapan terdekat. Melalui informasi yang didapat melalui supir taxi, akhirnya kami menginap disebuah hotel yang terbilang cukup kecil dan modern.

Bangunan hotel terletak ditengah pusat kota Tanjung Balai. Pusat kota disini cukup ramai, dengan hanya terdiri dari satu jalan utama, dan jalan ini hanya bisa dilalui oleh 2 jalur kendaraan, maka dibuatlah satu jalur bagi pengendara yang ingin melalui jalur utama di kota ini.

Kebanyakan dari penduduk disini bermata pencaharian sebagai nelayan dan pedagang. Tidak heran bila di setiap pesisir pantai banyak terdapat perahu-perahu yang diparkirkan serta terlihat dari jalan raya.

Setelah sedikit beristirahat, akhirnya kami menyempatkan diri untuk berkeliling sejenak disekitar kota sambil berjalan kaki pada malam hari. Tidak lupa kami menyantap makan malam disebuah restoran loka bernama “Silver River”.

Lokasi restaurant tidak jauh dari pusat kota, dan berada persis dipinggir pantai. Saking pinggirnya, hingga kami pun bisa makan diatas balkon kayu yang berada dipinggir pantai.

Menu andalan tempat ini adalah ikan kerapu ‘steam’, yang dipadukan dengan bumbu rempah khas Riau. Kami pun menyantap menu andalan beserta Kui Tio khas kanton yang gurih dan pedas. Maklum, di daerah ini juga banyak terdapat para pendatang yang berasal dari Malaysia beretnis Cina, sehingga cita rasa masakan disini masih terpengaruh oleh rasa Cina Melayu asli.

Harga makanan disini cukup terjangkau, terutama masakan yang berbahan dasar laut. Dan semua bahan didapat langsung dari laut dan segar, sehingga rasanya sungguh luar biasa.

Perjalanan selama 2 hari satu malam , walaupun terbilang sangat singkat, singgah di tempat ini sungguh banyak meninggalkan kesan, terlebih dengan suasana serta atmosfirnya yang terkesan alami.

Masih banyak tentunya lokasi tujuan wisata di tempat ini yang perlu saya kunjungi di lain waktu. Tempat yang populer salah satunya adalah Pantai Pongkar, yang terletak di sebelah Utara pulau ini. Namun sayang, waktu yang singkat untuk singgah di tempat ini membuat saya menunda kunjungan ke lokasi ini.

Sungguh sebuah tempat yang perlu anda kunjungi sebagai daftar wisata lokal di tanah air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s