“Hollywood”, Rahasia Dibalik Sihir Amerika.

Kali ini petualangan saya di Amerika Serikat membawa saya ke lokasi yang menjadi salah pusat perputaran uang dan film dunia; Hollywood. Menjejakkan kaki disana seperti berada di negeri dongeng. Semua nyata, tapi palsu, maksudnya?

fb_img_1487053864797.jpg
Berada di California, kota Los Angeles tepatnya, Hollywood merupakan pusat industri dunia perfilman Amerika. Disinilah semua jenis film diproduksi. Disini pula lah pusat berdirinya perusahaan perfilman dunia seperti ‘Warner Bross’, ‘MGM Mayer’, ‘Dreamworks’, dsb.
Hollywood lebih tepat disebut sebagai sebuah kawasan terpadu industri perfilman. Terdiri dari beberapa kompleks shooting, display area, office hingga wahana wisata Universal Studio yang sangat terkenal, berpusat disini.

Berkunjung ke Los Angeles, tentunya sangat disayangkan bila tidak mampir ke area ini. Universal Studio Hollywood merupakan magnet utama para turis untuk datang ke Los Angeles, selain kawasan lain seperti Santa Monica, San Diego, Rodeo Drive atau Beverly Hills tentunya. Tapi, bila melihat jumlah pengunjung setiap hari, bisa dipastikan kawasan Hollywood selalu penuh.

Akses utama untuk masuk ke kawasan Hollywood dipusatkan melalui Universal Studio, dimana kita bisa membeli tiket harian atau bila sedang ada promo, anda bisa membeli tiket untuk 2 hari berturut-turut dengan harga spesial. Harga tiket masuk berkisar 90 USD hinga 130 USD untuk dewasa.

Perjalanan yang saya tempuh melalui darat sekitar 8 jam dari Portland, Oregon menuju San Francisco, dan plus 6 jam lagi menuju Los Angeles. Total perjalanan darat memakan waktu 14 jam hanya untuk satu balikan. Menginjakkan kaki di Los Angeles, udara tropis langsung terasa. Hangat, matahari dan macet menyelimuti kota ini. Berada di Los Angeles rasanya seperti dikelilingi para bandit latin dimana-mana, maklum, kota ini merupakan destinasi utama para latinos dan selebritis dunia yang terbiasa tinggal dikawasan tropis, karena iklimnya yang dirasa cocok.

Ada yang unik saya rasakan ketika berada di LosAngeles Highway menuju kawasan Hollywood; saya melihat hampir 8 buah helikopter selalu berseliweran seperti lalat. Saya pikir mereka itu polisi atau mungkin wartawan yang sedang mencari berita. hal itu jarang saya temui di kota lain di Amerika pada umumnya. Tapi itulah tanda bahwa kota ini memang salah satu pusat metropolitan dunia, dengan segala gemerlap dan kemewahannya, tidak heran bila kota ini menjadi magnet bari para ‘Pemburu Dollar’.

Menyusuri Highway di Los Angeles sendiri nampak harus mengantri, terlebih bila jam kerja, hampir mirip dengan Jakarta. ‘AAArgggggghh…!!!’

Jalanan mulai lenggang ketika kami mulai berpisah menuju Area Hollywood. Tak cukup lama, jalan kembali padat, setelah saya lihat pos tiket parkir masuk kawasan Hollywood mulai nampak.

Suasana area parkir Universal Studio, Hollywood.

Pos penjagaan tiket parkir tampak seperti pos kebanyakan di Mall, terbuat dari beton dan pintu dijaga oleh palang besi melintang berwarna hijau. Seperti biasa, kami membayar tiket masuk mobil berkisar 20 USD per mobil.

Area parkir di kawasan tersebut boleh dibilang sangat luas, terdiri dari beberapa sektor dan dihiasi ornamen-ornamen khas Hollywood; menandakan bahwa kita sudah berada di dunia khayal mereka. Namun demikian, lahan parkir yang luas itu pun belum sanggup menampung seluruh pengunjung yang ada pada saat hari libur nasional.

Dekat gerbang masuk, terdapat Ticket Counter yang berada disebelah kiri gerbang. Kami pun membeli tiket harian sebesar 129 USD per orang. Hamparan karpet merah dan gerbang putih bertuliskan Universal Studio Hollywood pun segera menyambut, diiringi oleh musik orkestra khas Film Hollywood turut diperdengarkan melalui speaker, menambah aroma dan kesan kuat akan Karakter Hollywood.

Tidak sabar, penasaran dan excited, semua bercampur jadi satu. Bagaimana tidak, hal yang selama ini hanya saya lihat melalui bioskop dan layar kaca, hampir semuanya nampak didepan mata, dan saya bisa melihat langsung atraksi serta proses berlangsungnya pembuatan film di Hollywood.

Area Universal Hollywood ini sangat, sangat luas, berbukit dan bervariasi. Atraksi pun beragam, dari wahana permainan, hiburan, hingga tour dengan shuttle bus ke area shooting Hollywood. Tour inilah yang tentunya saya utamakan sejak awal, dan baru saya bisa menikmati wahana yang ada.

Shuttle Bus Tour

Untuk mengikuti tour ini, saya tidak harus membayar lagi tiket, karena semua sudah termasuk dalam tiket harian yang sudah saya beli. Saya segera mengambil antrian untuk mendapatkan jadwal bis selanjutnya. Selang 30 menit atau lebih, bis tour datang, dan menurunkan penumpang yang sudah terlebih dahulu naik. Saat bis kosong, barulah saya bisa naik dan mendapatkan tempat duduk.

Bentuk bis sendiri tergolong unik, semi opened dan tidak ditutupi jendela serta pintu. Di depan bis terdapat sebuah TV layar datar berukuran kecil berada disamping pengemudi. Sebelum bis berjalan, tour guide terlebih dahulu menyampaikan kata sambutan dan memutar sedikit informasi tentang aturan selama tour berlangsung dalam video.

Saya melihat pengelolaan kawasan ini sangat profesional. Dari mulai driver, ticketing hingga tour guide, semuanya bekerja maksimal, tanpa raut muka lelah sedikitpun. Padahal, kalau saya bayangkan, berapa ratus ribu orang harus mereka hadapi setiap harinya, harus disapa bahkan selalu tersenyum. Luar biasa.

Setelah selesai sedikit presentasi, Bis pun mulai perlahan bergerak menuju ke dalam dunia imajinasi yang sesungguhnya.

Atraksi Tour

Seperti biasa, bis tour melewati berbagai macam area perfilman yang sering saya lihat dalam adegan bioskop. Dalam perjalanannya, bis ini melewati hampir 20 area perfilman lebih. Diantaranya melewati scene pembuatan film “Fast & Furious”, “Jaws”, “King kong”, “Back To The Future”, “The Simpsons”, “Terminator”, “SEx & The City” hingga adegan film “The End Of The World” yang dibintangi oleh Tom Cruise. Tidak lupa pula kami melewati taman Jurrasic Park, serta motel yang populer dan sering muncul dalam adegan film misteri “Alfred Hitchkock”.

Selama tour berlangsung, saya betul-betul merasakan atmosfir film yang terjadi, seakan-akan saya sedang berada didalam adegan film itu berlangsung. Ketika melewati reruntuhan pesawat jatuh dalam film “The End of The World”, saya merasakan situasi yang getir dan mengerikan, karena lokasi syuting memang didesain sedemikian rupa hingga kita bisa merasakannya. Luar biasa.

Memasuki area film “Jaws”, kami melewati kolam yang cukup luas, dan tiba-tiba muncul “Bruce” (Nama ikan hiu yang menjadi peran utama di Film Trilogi “Jaws”). Bruce muncul secara tiba-tiba dan menyerempet bagian samping bus tour. Pengunjung pun dibuat terkejut dan tersenyum setelah kemunculan ikan tersebut.

Oh ya, selama tour berlangsung, sang “Tour Guide” pun terus berbicara untuk menjelaskan setiap area yang dikunjungi dan kegiatan yang berlangsung, sehingga kami para pengunjung bisa paham akan apa yang sedang dilakukan para penggiat film tersebut saat bis tour lewat.

Wahana Permainan

Setelah selesai berkeliling dengan Bis Tour, saya pun sedikit beristirahat dan menikmati makan siang sejenak. Sambil melihat peta lokasi, saya sedikit tertegun akan luasnya lahan dan banyaknya wahana permainan yang harus saya coba. Semuanya menarik dan serba canggih. Mulai dari Rumah hantu, bioskop 4 dimensi, roller coaster, hingga “The Simpson” simulator yang memadukan teknologi 3 dimensi dengan kursi bergerak, sehingga kita seakan berada didunia film The Simpson.

Salah satu hal yaang menarik bagi saya, adalah lokasi Rumah Hantu di kawasan ini. Saya sendiri adalah penggemar Film Horror, maka tidak asing bagi saya untuk mengenali karakter-karakter yang ada di lokasi tersebut. Bentuk Rumah hantu sendiri seperti istana yang terbuat dari batu alam berwarna abu-abu, nampak kolot dan kolosal, menambah kesan angker dari luar. Memasuk pintu masuk, kami disuguhi sedikit pameran kolosal akan karakter holloywod yang terkenal dalam genre Horor. Sebut saja Drakulla, Chucky, Zombies, Freddy ‘The Nightmare’, Jason of ‘Friday the 13th’, hingga Hannibal Lecter. Kostum sang karakter pun dipajang dan diberi keterngan mengenai bahan dan sejarah dibuatnya kostum tersebut.

Wahana Rumah Hantu ala Hollywood.

Berada didalam rumah hantu seorang diri.

Berhubung saya datang ke lokasi Universal Studio sendirian, otomatis saya pun harus sendirian masuk ke berbagai wahana, termasuk Rumah Hantu. By the Way, orang Hollywood memang jago dalam menyihir penonton untuk merasakan atmosfir film. Terbukti, ketika masuk ke lokasi rumah hantu, kita tidak langsung masuk ke lokasi, melainkan kita disuguhi pemandangan yang lumayan menakutkan dari karakter-karakter horor hollywood, ditambah alunan musik seram yang dibuat khusus. Situasi ini secara tidak sadar membuat saya sedikit bergidik, dan harus menunggu pengunjung lain untuk bersama-sama masuk ke dalam Rumah Hantu tersebut. Hebat.

Salah satu karakter penghuni Rumah Horor di Hollywood.

Uniknya, ketika masuk bersama rombongan lain, saya sempat terpisah karena keasyikan melihat boneka horor yang nampak seperti hidup. Dari mulai adegan munculnya Zombie, Drakula hingga Freddie. Saat tertinggal, sedikit muncul kegugupan saya, dan terus terang, saya agak sedikit ketar-ketir, melihat jalan masih panjang dan gelap. Tidak ada pilihan lain, saya harus terus berjalan. Saya sangat sangat terkejut ketika dalam lorong gelap muncul sosok anak kecil berbaju garis merah putih, datang berlari sambil membawa pisau; ya, itulah Chucky. Uniknya Chucky’ yang satu ini nampak hidup, dan bukan boneka. Sedikit demi sedikit saya mulai maju, dan…berlari!

Pengalaman yang unik saya alami di Rumah Hantu, sehingga saya harus tertawa sendirian karena ketakutan tadi. Ternyata, Chucky’ yang hidup tadi adalah manusia asli, yang diperankan oleh aktor, sehingga nampak hidup. wow!

The Mummy

Salah satu atraksi yang tak kalah menariknya adalah wahana “The Mummy”. Saya pikir, pertamakali saya melihat wahana ini dari luar, itu adalah semacam pertunjukan teater dan rumah hantu seperti yang tadi saya lewatkan. Ternyata salah besar.

Antrian pun cukup panjang, bisa memakan 45 menit untuk bisa mencapai pintu masuk. Ini artinya, wahana tersebut sangat menarik. Dalam antrian, saya melihat adanya titipan barang berupa locker yang bisa dikunci secara pribad, dan harus membayar ekstra, saya berpikir tidak perlu, toh, ini hanya wahana rumah hantu biasa, tidak perlu ada yang harus dititipkan.

Waktu giliran saya pun tiba.Kami disortir berdasarkan tinggi badan dan dipilih sekitar 20 orang untuk masuk ke dalam sebuah ruangan. Ruangan saat itu gelap, dan hanya nampak tempat duduk yang tersususun seperti dalam Bis. Setelah duduk, kami pun harus memasang sabuk pengaman. Saya mulai curiga, karena terus terang, hal yang paling saya benci ketika berkunjung ke Sebuah Wahana permainan adalah Roller Coaster. Tapi rasa kecurigaan saya langsung hilang, ketik lampu dimatikan, dan didepan tempat duduk terdapat layar besar dan langsung menyala. Dalam layar muncul sebuah suara pendeta Atuthkamen” yang seakan sedang berinteraksi dengan saya. Keberadaan Sound System yang akurat, ditambah bau belerang menyengat dan asap yang mengepul, cukup menghipnotis saya seakan berada di dunia Mesir Kuno. Uniknya, ketika adegan semut pemakan bangkai muncul di layar, seketika terasa seperti kawanan semut datang mengelilingi kaki dan pinggang saya! saya pun berteriak karena kaget. SEketika, kursi mulai terasa bergerak, dan betul saja, itu adalah roller coaster yang dirancang secara 4 dimensi.

Gambar didepan layar nampak seperti alur time warp yang bergerak maju, membuat seakan saya bergerak cepat dan menurun seperti nyata. Padahal, yang bergerak sesungguhnya hanya kursi, dan ia tidak bergerak kemana-mana. Namun karena gambar dan pergerakan yang disinkronisasi sedemikian rupa sesuai motion gerakan, maka itu akan nampak menjadi nyata. Sungguh teknologi yang luar biasa.

Shopping & Dining Area

Setelah puas berkelana, akhirnya saatnya saya mengisi perut dan menawar rasa haus. Saya pun segera melihat peta dan menemukan sebuah spot area yang berisi toko merchandise, resoran dan pernak pernik hiasan lainnya ala Hollywood.

Restoran yang tersedia di kawasan ini tergolong unik. Mereka umumnya dihias berdasarkan tema film. akhirnya Saya tertarik untuk mencoba Burger disebuah restoran yang dihias berdasarkan film “Forest Gump”. Semua menu merujuk kepada adegan dan karakter yang terdapat dalam film tersebut.

Toko cinderamata pun bertebaran, dari mulai toko franchise klub Baseball L.A. Dodger, hingga klub Basket L.A. Lakers. Semua tersedia lengkap.

Singkat kata, sebelum pintu keluar, saya sempat menyaksikan pertunjukkan atraksi air berdasarkan tema film “Waterwold” yang dibintangi oleh Kevin Costner. Pertunjukan berlangsung selama 30 menit dan berselang setiap 1.5 jam setiap pertunjukannya.

Itulah pengalaman saya mengunjungi Hollywood, Dunia Sihir perfilman yang sudah berhasil menghipnotis Manusia di Bumi ini. Semoga bermanfaat dan bisa memberi gambaran tentang kondisi kawasan ini.

Salam travellers sobat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s