‘Yosemite National Park’, Keindahan Elok Hutan Pinus khas Amerika.

Hutan Pinus nan luas terhampar, udara berkabut, ‘astonishing view’, dilengkapi sarana rekreasi lengkap mulai dari Camping Ground, Hotel, Restaurant, Cycling & Jogging track, Fishing spot hingga Teater, membuat kawasan ini menjadi salah satu ikon kawasan Wisata di Amerika Serikat.

Ketika tinggal di Portland, Oregon, Amerika Serikat, setiap akhir pekan, selalu saya mempersiapkan daftar acara untuk menghabiskan libur. Selain bertemu teman-teman atau sekedar ngumpul di bar, saya selalu mengunjungi ‘spot area’ yang berhubungan dengan alam.

Melihat sebuah brosur ketika singgah di Gas Station mengenai California, saya membaca sebuah kawasan Hutan lindung yang terlihat indah dan luas disana; Yosemite National Park. setelah membaca brosur, mendalami, dan riset melalui internet, akhirnya saya putuskan bahwa inilah destinasi selanjutnya bagi saya untuk berpetualang.

Tidak lama, beberapa hari kemudian saya kontak beberapa teman untuk menemani saya dalam perjalanan ke kawasan itu. Berhubung jadwal pekerjaan yang padat, akhirnya saya mendapatkan satu orang partner untuk menemani saya kesana.

Perjalanan yang ditempuh dari tempat saya tinggal (Portland, Oregon) berjarak hampir 750 miles, dengan waktu tempuh sekitar 12 hingga 14 jam perjalanan dengan berkendara. Bersama teman, kami memutuskan untuk berkemah di kawasan tersebut. Selain bisa menikmati langsung suasana alam disana, kami memiliki hobi yang sama: berkemah.

Bagi saya, jalan paling menyenangkan adalah menjadi ‘backpacker’, bukan menjadi turis. Menjadi backpacker, saya seperti bisa merasakan petualangan yang sebenarnya, dari menginap di motel murah, bisa menikmati masakan lokal, dan bisa mengunjungi ‘kawasan tikus’ yang turis jarang datangi pada umumnya.

Perjalanan Dimulai

Saya sepakat untuk berpetualang bersama rekan kerja sekaligus sahabat saya yang berasal dari Filipina. Kami berangkat dari Portland sekitar pukul 6 pagi. Ketika itu cuaca sedang bersalju, dan udara dingin pun langsung menusuk ketika kami berada diluar rumah. sedikit kekhawatiran muncul muncul ketika udara dingin pun akan melanda tempat tujuan yang akan kami datangi, Yosemite National Park. Tapi tak apalah saya pikir, kalau udara terlalu dingin diluar nanti, kami akan memutuskan untuk tinggal di San Francisco saja.
Berhubung rute perjalanan yang cukup lumayan jauh, kami melakukan jadwal driving bergantian, dan beristirahat di rest area sepanjang Highway. ketika pulang, kami bermalam ditengah perjalanan. Bermalam didalam mobil ditengah Rest Area dan berada ditengah cuaca bersalju, ternyata bukan hal yang mudah. Dalam waktu 1 jam, terasa udara dingin menusuk kedalam kabin mobil ketika saya tidur. Tidak jarang saya harus menyalakan mesin mobil dan ‘heater’, menjaga agar kami tidak kedinginan. Menggunakan selimut tebal, jaket ‘winter’ dan ‘beannie’ (penutup kepala), ternyata tidak cukup menahan dinginnya udara musim dingin di California.

Hati saya sedikit lega setelah perjalanan sekian lama, dan melihat sign “Welcome to California”, artinya kami sudah hampir seperempat perjalanan lagi untuk tiba disana. Setelah melewati rute Highway yang cukup panjang, akhirnya kami tiba di Sacramento, Ibu Kota California.

yosemite-direction
Di area inilah terdapat pintu keluar menuju area Yosemite National Park.

Tiba Di Sacramento, kami pun beristirahat sejenak dan menikmati makan siang kami di restoran fast food terdekat. Setelah selesai, segera kami bergerak menuju kota kecil bernama Morada. Dari sana, kami menuju jalan yang menghubungkan kota tersebut dengan Yosemite National Park.

Petualangan Sesungguhnya Baru Dimulai.

Setelah melalui perjalanan beberapa puluh kilometer, dan melewati kota kecil bernama Groveland, pemandangan selama perjalanan mulai berubah, dimana jalan berliku dan mulai dipenuhi Hutan Pinus disekelilingnya. Jalan terjal dan menanjak mulai dirasa, dan suasana hutan pinus pun mulai terasa kental.

yosemite-road1

Sekilas, pemandangan sepanjang perjalanan di kawasan ini tampak menyeramkan. Jarang saya melihat mobil lalu-lalang. Sesekali saya melihat kawanan rusa melintas, dan burung elang yang terbang.

Sebagai gambaran lengkap, bila anda pernah melihat salah satu iklan rokok buatan Amerika “Marlboro”, dimana ada adegan seorang koboy menunggangi kuda di tengah hutan pinus sambil menikmati kopi yang dituangkan ke gelas aluminium dan dimasak dengan kayu bakar; kira-kira demikianlah gambarannya. Dan terus terang, sejak saya menyaksikan iklan tersebut saat duduk di bangku SMP, saya sangat terinspirasi untuk mengunjungi kawasan yang ada di iklan tersebut.

Saat yang dinanti tiba, saat jalan mulai melebar dan mulai tampak sedikit keramaian. Pos pembayaran tiket pun nampak. Suasana disana nampak asri dan sejuk.

Tampak Pos tiket yang berbentuk kabin dan terbuat dari kayu pun menambah suasana menjadi lebih alami. Melihat plakat kayu yang berisi keterangan harga tiket, kami tahu akhirnya bahwa untuk masuk ke kawasan tersebut dihitung berdasarkan individu. Waktu itu, kami membayar 10 USD per orang. Jumlah yang dirasa relatifcukup terjangkau bagi kami ketika itu.

entrance-to-yosemite-national-park-may12
Ketika tiba di pos pembayaran, petugas biasanya menanyakan jumlah penumpang dalam kendaraan dan tujuan berkunjung; apakah ingin menginap atau sekedar wisata harian.

Setelah melewati Pos pembayaran, kami harus menempuh sedikit lagi perjalanan menuju area pusat wisata. Di area pusat wisata tidak banyak terdapat hiburan yang saya pikir bakalan mirip seperti ‘Disneyland’ atau ‘Dufan’ di Indonesia. Disana hanya terdapat satu hotel dan restaurant, yang kebetulan menjadi salah satu ikon kawasan tersebut.Tidak melewatkan kesempatan, kami sejenak memarkirkan mobil dan mengunjungi Hotel di kawasan tersebut. Tidak lupa kami bisa meminta sedikit peta kawasan tersebut kepada petugas.

400px-map-usa-yosemite00
Peta area Taman Nasional Yosemite secara keseluruhan. (Foto: Wikitravel)

Information Center dan Museum.

Untuk melengkapi sarana informasi kami mengenai kawasan ini, kami memutuskan untuk mengunjungi Information Area, dimana kami mendapati ‘Theater’ dan toko cinderamata serta berbagai brosur mengenai informasinserta event di kawasana tersebut, dan bisa didapat secara gratis. Tidak lupa Information Center juga berfungsi sebagai Museum kecil yang menceritakan sejarah tentang kawasan ini.

Museum di area ini tergolong lengkap, bersih dan modern. Melalui informasi yang tersedia, kita bisa mengetahui sekilas tentang sejarah kawasan ini. Mulai dari populasi dan jenis binatang, tumbuhan, hingga sejarah pembangunan serta insiden yang pernah terjadi.

6597016-yosemite_visitors_center_museum_yosemite_national_park
Sejarah dibukanya kawasan Hutan Lindung Nasional Yosemite. Terlihat display pakaian tradisional para pekerja serta penduduk sekitar sejak awal dibukanya kawasan ini.

The Hotel.

Hotel ini dinamakan “Ahwahnee” dalam bahasa Indian Kuno. Bangunan Hotel terdiri dari batu alam yang disusun agak berantakan, menambah kesan bangunan menjadi lebih alami. Bangunan nampak menyatu dengan alam, ditambah perpaduan kayu pinus sebagai rangka atap yang tampak menonjol keluar, tampak elegan dan alami.

Sebelum pintu masuk lobi hotel, kami melewati plakatyang memberikan keterangan mengenai sejarah berdirinya hotel ini. Dibangun pada tahun 1927, hotel ini termasuk salah satu cagar bangunan yang dilindungi oleh pemerintah Amerika Serikat.

historic-plaque-near-the-bus-stop-at-the-ahwahnee-hotel-s
Plakat kecil yang menceritakan sejarah berdirinya hotel. Plakat ini terletak diluar area bangunan hotel.

Berada didalam bangunan, suasana didalam hotel begitu hangat, dan kaya akan ornamen sejarah kuno Indian Amerika. Maklum, dulunya kawasan ini dihuni oleh para suku Indian, sehingga aroma Indian kental dalam hotel ini. Tidak lupa, ditengah lobby terdapat sebuah tungku perapian yang ukurannya lumayan cukup besar, cukup untuk membuat hangat seluruh ruangan lobi hotel.

DSC00816.JPG
Lobby utama Hotel. Kaya akan ornamen Indian Kuno serta sejarah Amerika.

Setelah beristirahat dan berkeliling sebentar di sekitar hotel , akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami ke kawasan Hutan Pinus yang terkenal di Yosemite National Park; dan tebing tingggi yang terkenal dengan sebutan “El Capitan” di kawasan tersebut. Tebing ini menjadi salah satu ikon Yosemite National Park.

Hutan Pinus Yosemite

Perjalanan cukup memakan waktu yang lumayan lama menuju satu area ke area lain di kawasan ini, dikarenakan luasnya lahan yang berada diluar perkiraan saya. Saat tiba di area masuk hutan pinus, disana terdapat kawasan parkir yang luas dan nyaman serta asri. Di area parkir terdapat “Rest Area” yang disediakan bagi para pengunjung. Area mulai ramai dikunjungi banyak penduduk ketika itu, menandakan bahwa inilah area favorit Yosemite National Park.

dsc00746
Area parkir di Kawasan Hutan Yosemite National Park.

Jalan setapak, semak belukar dan hutan pinus dikelilingi oleh sungai kecil disekitarnya, ditambah kicauan burung, menambah suasana hutan pinus menjadi lebih menyejukkan. Ketika itu, kebetulan sedang musim dingin, dimana kabut tipis menyelimuti area hutan, pemandangan yang sungguh fantastis!

Selidik punya selidik, di kawasan ini sering pula digelar betbagai acara dan festival yang berhubungan dengam seni dan Olahraga. Yang paling sering saya dengar adalah event balap sepeda yang melewati rute Yosemite National Valley Road. Tampak juga kadang-kadang event pegelaran seni lokal dari beberapa komunitas setempat atau outer state.

Selama berpetualang, saya jarang menemukan atmosfir yang membuat saya merinding seperti ini. Sangat beruntung sejak kecil saya sangat mencintai hutan dan area sejenisnya, dan kebetulan saya tumbuh besar di daerah pegunungan di Jawa Barat, sehingga saya terbiasa dengan itu.

Sepanjang jalan setapak didalam hutan, banyak saya temui pohon pinus raksasa yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Saking besarnya, pohon in bisa berdiameter 10 hingga 17 orang dewasa.

yosemite_national_park_attr_10
Pohon Pinus raksasa yang terdapat di kawasan hutan Yosemite National Park.

Air Terjun.

Sedikit berjalan lebih jauh kedalam, saya melihat sebuah tanda berwarna coklat; itu tandanya bahwa sign tersebut menunjukkan adanya sebuah titik wisata alam. Papan coklat itu bertuliskan “Bridalveil Fall”. Ya, itulah salah satu titik yang menjadi daya tarik di kawasan hutan Yosemite: Air terjun Bridalveil.

dsc00747
Tanda berwarna coklat menandakan adanya objek wisata. “1000 feet” menunjukkan ketinggian air terjun Bridalveil di Kawasan Yosemite National Park dari atas permukaan laut.

Menuju ke lokasi air terjun jarus ditempuh lumayan panjang. Dan beberapa puluh meter kemudian, jalan mulai menanjak dan mengecil. Dipenuhi kerikil-kerikil kecil dan sedikit lembab, menunjukkan bahwa tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat sumber mata air, atau sungai. Setelah berjalan lebih ke atas, sayup-sayup terdengar suara gemuruh. Melewati sedikit hamparan semak belukar, akhirnya saya tiba di titik air terjun. Berada pada ketinggian yang lumayan tinggi (1000 feet), nampak pemandangan air terjun yang menjulang, dan disertai hamparan air yang jernih. Pemandangan air terjun kali ini agak berbeda dari biasanya, mungkin dikarenakan tingginya puncak air terjun, sehingga ujungnya tampak mengecil dan hampir tak dapat dilihat oleh kasat mata.

Sedikit penasaran, saya mencoba meneguk sedikit air tersebut, dan luar biasa, rasanya seperti air mineral yang biasa saya konsumsi di Indonesia.

dsc00754
“Bridalveil Fall”,Yosemite National Park.

“El Capitan”.

Setelah cukup lama berkeliling di dalam kawasan hutan pinus, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi objek wisata lain di kawasan tersebut: El Capitan.

“El Capitan” merupakan sebutan bagi sebuah tebing granit putih vertikal nan curam, berketinggian hampir 3000 kaki, menjulang tinggi bagaikan menusuk langit dan berada di bagian utara kawasan hutan. Sebutan ini diberikan oleh sang penemu Juan Rodriquez Cabrillo, seorang petualang asal eropa (Spanyol) yang pertama kali menemukan tebing ini. Sebagai gambaran, ketinggian puncak El Capitan hampir 4 kali ketinggian Menara Eiffel di Paris.

el_capitan_eiffel_bbc
Perbandingan ketinggian “El Capitan” dengan Eiffel Tower di Paris. (Foto: SBS.com.au)

El Capitan sering dijadikan objek favorit bagi penggemar olahraga panjat tebing. Banyak pula yang meregang nyawa di lokasi ini, karena kedingingan atau jatuh. Tapi, cerita menakutkan tersebut tidak menyurutkan para penggemar olahraga tersebut untuk berlomba menaklukan “El Capitan”. Alhasil, titik ini menjadi tersohor di seluruh pelosok Amerika, karena cerita dan keunikannya.

dsc00796
Berlatar belakang “El Capitan”

Luasnya kawasan Hutan Nasional Yosemite, membuat pemerintah lokal harus memberi nama beberapa titik di kawasan tersebut, agar mudah diingat oleh para pengunjung. Kawasan ini dalam ketersediaan fasilitas sarana rekreasi alam, cukup terbilang lengkap. Dari fasilitas Hotel, Camping, Jogging, Hiking walk hingga Shuttle Bus serta kawasan memancing terdapat disini. Tidak heran bila kawasan ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan lokal, khususnya bagi para pelancong yang tinggal di California, Amerika Serikat.

bike-path-map
Jalur sepeda yang tersedia, ditambah trak yang unik, membuat kawasan in menjadi salah satu favorit para penggemar olahraga sepeda, baik amatir maupun profesional.

The Camping Ground.

Tak terasa, waktu malam hampir tiba, saatnya kami untuk segera mempersiapkan peralatan bermalam kami di kawasan ini. Karena memang awalnya kami sudah berencana untuk bermalam dan mendirikan tenda, maka kami pun segera meluncur ke kawasan perkemahan di Yosemite National Park. Lokasi perkemahan di Yosemite National Park sebetulnya hampir tersebar diseluruh kawasan ini, tetapi kawasan yang paling sering orang kunjungi untuk berkemah adalah ‘Wawona’, sebuah area perkemahan yang terletak di bagian selatan kawasan hutan lindung Yosemite.

Di kawasan ini banyak dijumpai banyak perkemahan serta hamparan tanah datar dan lapang, cocok untuk mendirikan tenda. Tidak menunggu waktu lama, sebelum gelap, kami pun segera mendirikan tenda dan beristirahat untuk segera melanjutkan perjalanan pulang keesokan harinya.5654667_orig

Sebelum mengunjungi kawasan perkemahan ini, kami memang sempat diberi informasi mengenai adanya komunitas kawanan beruang. Bila salah waktu dan nasib, bisa-bisa anda bermasalah dan harus berurusan dengan induk beruang yang ganas. Maka dari itu, kami mengikuti petunjuk Rangers Patrol (Polisi Hutan, red) tentang lokasi yang dirasa aman dari kedatangan kelompok beruang madu ini.

bearincampsite-lg
Tidak jarang dijumpai anak beruang yang mengendus bau makanan dan mendatangi lokasi perkemahan di kawasan ini.

Suasana malam sungguh menusuk dan hening. Sesekali kami mendengar lolongan serigala dari kejauhan. Tidak ingin melewatkan kesempatan, sejenak saya beranikan diri untuk menyalakan api unggun sambil menikmati secangkir kopi hangat.

Ketika itu, terus terang saya agak sedikt khawatir dan paranoid tatkala mendengar sesuatu dari balik semak belukar. Yang saya khawarirkan adalah kemunculan Beruang atau serigala yang siap menerkam saya. Maka dari itu selalu saya bawa Pisau belati kesayangan sejak awal. Dan syukurlah, hal yang saya khawatirkan tidak pernah terjadi.

Melihat pemandangan ketika malam, tidka banyak yang dilihat ketika itu. Hanya, bila saya melihat ke langit, tampak taburan bintang yang gemerlap menerangi gelapnya kawasan hutan ini.

Ketika itu, saya sedikit berimajinasi tentang kehidupan zaman dulu kala, ketika orang-orang Indian dan para penduduk lokal harus bertahan hidup dan berjuang melawan dinginnya alam serta ganasnya Beruang dan serigala yang hidup di kawasan ini. Sungguh perjuangan yang tidak mudah saya pikir.

Setelah cukup beristirahat, tiba waktunya bagi kami untuk berkemas dan kembali ke tempat tinggal kami di Portland. Selama perjalanan pulang, memori saya akan tempat ini terus menempel, sambil sesekali berpikir tentang rencana perjalanan saya selanjutnya: San Francisco dan Los Angeles!

Sungguh pengalaman yang unik dan bermanfaat untuk merenungi betapa Agungnya Karunia Yang Maha Kuasa. Bila anda berkunjung ke California, kawasan ini salah satu tempat yang wajib anda kunjungi bagi para petualang.

Selamat mencoba dan keep exploring.

Salam Travellers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s