“Steak Batu” a la Adelaide, South Australia.

Mendapat undangan makan malam adalah salah satu moment favorit dalam hidup saya. Bagaimana tidak, berbagai tempat makan dan masakan dari seluruh penjuru bumi kerap saya cicipi. Tidak heran, bila kadang berat badan saya kadang naik tanpa alasan.

Kali ini, saya mendapat telepon dari teman saya, dan ia mengajak kami untuk diner bersama. Karena kami kebetulan memiliki hobi yang sama: Wisata Kuliner.

image
Melihat posisi dan review restoran tempat kami bertemu nanti, saya sempat mendengar kabar bahwa restoran tersebut merupakan satu-satunya restoran yang menyediakan hidangan unik; Steak yang dimasak diatas batu.

Berlokasi disekitar distrik kota Adelaide, saya beserta istri bergegas mendatangi restoran itu. Siasananya khas eropa, dihiasi dengan tembok yang tidak diplester, sehingga tampak hiasan bata sebagai ornamen utamanya.

Setelah para undangan lengkap, kami pun segera melihat daftar menu, dan benar saja, hidangan utama mereka adalah Steak Batu.

Ada sedikit rasa keingintahuan saya, bagaimana bisa orang eropa memasak steak dengan cara seperti ini, sementara dari beberapa masakan yang pernah saya coba selama berkelana, hidangan seperti ini biasanya populer dikalangan penduduk Timur Tengah. Tapi sudahlah, yang penting saatnya saya mencoba cita rasa yang siap mereka sajikan.

Harga untuk satu menu bervariasi, namun kisaran harga biasanya mencapai 30 AUD hingga 40 AUD per porsinya. Agak sedikit mahal, tapi memang menu yang ditawarkan dihitung berdasarkan berat daging. Beratnya rata berukuran 250 gram hingga 500 gram.

Jadi masuk akal perhitungannya, mengingat harga daging sapi premium disini lumayan mahal.

Dari beberapa menu, saya tertarik dengan menu speciality mereka, Rump Steak 500 gram. Wow, saya pikir apakah saya sanggup menghabiskan setengah kilo daging mentah, tapi ya sudahlah, saya bisa share bersama istri saya bila tidak sanggup saya habiskan nanti.

Variasi daging yang ditawarkan terdiri dari daging Kambing, domba dan sapi. Tidak tersedia daging Babi dalam menu disana, karena daging babi perlu dimasak betul hingga matang, guna membunuh bakteri yang terkandung didalamnya. Dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami tidak menyediakan menu daging Babi. Begitu kata manajer restaurant itu menuturkan kepada kami.

Setelah memesan, hidangan pun segera tiba. Tampak seonggok daging segar dihiasi sedikit sayuran, nampak menggirukan. Disamping daging terletak sebuah batu pipih berwarna hitam. Setelah meletakan hidangan, pelayam sedikit memeberikan informasi kepada kami bahwa batu sangat panas, dan jangan disentuh oleh tangan.

image

Cara memakannya saya gunakan metode tersendiri, saya potong terlebih dahulu bagian terbesar daging kedalam bagian lumayan sedang, dan saya simpan potongannya diatas batu.

Saya menyukai jenis masakan steak yang medium’; dimana memasaknya cukup sebentar, dan tidak perlu terlalu matang. Karena bagi saya, cara memasak seperti ini menghasilkan cita rasa daging yang lembut, sedikit terasa manis dan segar.

Tidak lupa, untuk setiap hidangan bisa kita pilih saus pendampingnya. Ada BBQ sauce, Mushroom sauce dan Plain Gravy.

Luar biasa, ketika saya coba masakan ini, dagingnya terasa lembut, seperti meleleh kedalam lidah anda. Irisan demi irisan daging pun saya celupkan ke dalam saus mushroom pilihan saya. Tidak terasa, hingga potongan terakhir, semua potongan daging telah saya habiskan. Malah dirasa kurang, saya pun harus menghabiskan porsi pesanan istri saya, karena istri saya bukan penggemar makan daging seperti saya. Apalagi besar daging yang dipesan minimum berstnya 250 gram, cukup hesar bagi ukuran wanita.

Jadi, masak daging diatas batu panas bukan hanya kebiasaan memasak para masyarakat Timur tengah. Terbukti, di restoran ini, rata-rata pengunjung adalah para orang lokal, hanya cita rasa yang ditawarkan berbeda dengan cita rasa Timur Tengah tentunya.

Berani coba? ayo kita cicipi bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s