Menikmati Keindahan ‘Murray River’ di Kota Mannum, South Australia.

image
Kawanan burung Pelikan di sepanjang Murray River, South Australia.

South Australia terkenal akan suasana dan keindahan alamnya. Terhampar jutaan hektar lahan pegunungan nan subur yang dipenuhi oleh ladang-ladang dan perkebunan. Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Mannum, Sebuah kota kecil di daerah perbukitan kawasan South Australia.

Terletak di daerah yamg dilewati ‘Murray River’; merupakan sungai terpanjang yang ada di South Australia, tempat ini kerap menjadi kawasan utama bagi penggemar hobi ‘outdoor’.

Memancing, jetski, ‘barbeque party- atau bahkan camping dan ber-karavan ria bisa dilakukan ditempat ini. “Murray River” merupakan salah satu sungai terpanjang yang ada di Australia, Sungai ini membentang hingga ke Victoria, maka tidak heran bila sungai ini menjadi sumber hidup paling utama bagi para penduduk lokal disekitarnya.

Melewati hampir 7 kota kecil, berjarak 82 KM dari Adelaide serta menempuh perjalanan sekitar 2 jam untuk menuju kesana, saya disuguhi sebuah pemandangan sejuk dan mempesona sepanjang perjalanan.

Dari mulai melewati kota-kota dan desa kecil, kami sempat melewati kota kecil dimana banyak terdapat batu-batu alam disekitarnya, bernama “Bear Rock” Palmer Town. Nama ‘Bear Rock’ sendiri diambil dari sebuah batu besar yang berbentuk seekor beruang. Dan hampir tiba di Mannum, saya melihat sepanjang perjalanan sebuah pipa air yang sangat besar terbentang. Ladang gandum yang kami lewati sungguh fantastis luasnya, hampir saya tidak percaya bahwa ada ladang gandum seluas ini kalau tidak melihat langsung.

Sebuah tanda bertuliskan “Welcome to Mannum” terlihat ketika kami melewati jalan besar lurus nan sepi layaknya padang pasir hampir sepanjang 5 KM. Mannum tergolong kota kecil, tapi lumayan modern gaya hidupnya. Terbukti dengan adanya beberapa toko swalayan besar disana. Disana pun terdapat sebuah pabrik besar yang mirip tempat penyimpanan barang. Kalau boleh dibilang, tempat itu mirip sebuah pabrik pengolahan besi dan alat furniture. Melewati daerah perumahan, saya akhirnya tiba di daerah utama kota kecil itu, yang kebetulan merupakan kawasan wisata.

Ditempat ini dipenuhi oleh pertokoan lokal sepanjang jalannya. Dari mulai toko souvenir, coffe shop, toko peralatan hobi outdoor, hingga usaha penyewaan perahu dan villa.

Kota ini terbilang kecil namun boleh dikatakan ramai oleh pengunjung, dengan populasi sekitar 2100 jiwa, kota ini boleh dibilang lumayan, mengingat kota kecil biasanya ‘hanya’ berpenduduk sekitar 800 hingga 1000 jiwa. Mungkin karena kawasan ini ramai dikunjungi oleh masyarakat yang memiliki hobi outdoor, ditambah keunikan wisata air yang jarang dimiliki oleh tempat lain, maka tempat ini menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan lokal.

Saya pun segera memarkirkan mobil disekitar pinggiran sungai “Murray River”. Tidak jauh dari tempat parkir, saya bisa melihat dengan jelas panorama alam sungai Murray River yang terkenal. Dipinggirannya, pemerintah lokal memanjakan para wisatawan lokal dengan taman rekreasi serta sarana alat barbeque gratis. Gratis? ya, kamu bisa menggunakan kompor atau alat panggang yang disediakan secara gratis, dan tentunya kamu harus membersihkan setiap sarana pemerintah yang kami gunakan.

Kawasan ini dipenuhi oleh populasi burung-burung yang biasa hidup didaerah sungai air tawar. Saya kurang paham betul akan jenis populasi burung, namun yang paling mudah dikenali adalah burung Pelikan. Geli memang, bila melihat paruhnya yang panjang dan lancip, berbadan lumayan besar, paruhnya nampak tajam sekali mampu melukai jari tangan anda. Sebaiknya anda perlu berhati-hati bila makan di area ini, karena terlihat banyak beberapa burung Pelikan berkeliaran didekat anda, dan tidak jarang mereka akan menghampiri anda untuk sekedar mencicipi masakan yang anda bawa.

image

Sebagai objek utama wisata kota ini, terdapat sebuah kapal perahu yang bertenaga uap, bertingkat 3 dan berukuran besar. Bagi anda yang tumbuh di era 80’an, Kapal ini mirip dengan kapal perahu antik dalam film “Little Missy” yang disiarkan oleh stasiun TVRI ketika itu. Kapal ini terdiri dari beberapa kabin dan kamar, serta terdapat sebuah ruangan utama yang berukuran besar, biasa digunakan untuk tempat makan malam. Kapal ini berkeliling sepanjang rute sungai Murray River, dan berputar kembali kepada rute asal.

image

Setelah puas berpiknik di Kawasan Sungai “Murray River”, saya menyempatkan diri untuk berjalan sepanjang kawasan jalan utama kota Mannum. Suasana khas Australia langsung terasa disini. Souvenir dan ”groceries store’ khas australia nampak dominan, dengan hiasan dan lagu lokal yang diperdengarkan melalui speaker lokal, kota ini nampak sedikit “hidup”.

Hotel dan restoran lokal banyak menyajikan masakan barat seperti burger, Fish and Chips dan sejenisnya. Sedikit info, ‘Fish and Chips’ disini terbilang istimewa dan cukup terkenal, boleh dicoba.

Tidak ketinggalan, para pengemar barang antik, disana juga terdapat beberapa toko yang menjual barang antik, termasuk didalamnya piring, cangkir, sendok, dan lain sebagainya. Adapun barang antik yang dijual umumnya berasal dari eropa. Area ini cocok untuk sekedar cuci mata, atau memang bertujuan untuk mengoleksi barang antik.

image

Sebagai tambahan referensi bagi anda penggemar travelling, kota kecil ini layak dimasukan ke dalam daftar kunjungan anda.

Jangan lupa siapkan tenaga dan sisihkan tabungan anda untuk melengkapi liburan bersama keluarga atau sahabat dengan peralatan memancing, berkemah dan membeli perahu boat bila perlu.

Salam traveller!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s