Indahnya ‘Bay Area’ di San Francisco, Amerika Serikat.

Bila berbicara tentang Kota San Francisco, umumnya orang akan berpikir tentang Golden Gate, yang merupakan ciri khas dari kota ini. Tapi jangan salah, masih banyak ikon lain yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah kawasan Bay Area.

“It’s gonna be a long story, though”. Begitu pikiran saya ketika berniat menulis petualangan saya di Kota San Francisco, Amerika Serikat.

Tapi, apa boleh buat, sayang bila kisah ini tidak saya abadikan dalam sebuah tulisan, yang mungkin bisa berguna suatu saat nanti. Well, lets get started, mate!

Waktu menunjukan pukul 4 pagi waktu setempat. Udara sangat menusuk dingin hingga ke tulang rusuk, maklum suhu menunjukan 2 derajat celcius, hampir sama dengan kulkas dinginnya, begitulah kira-kira.

Daerah disana memang terkenal dingin dan bersalju, apalagi bila datang musim dingin pada bulan November hingga Februari, wooow rasanya! kuping pun terasa mau putus karena saking dinginnya.

Saat libur tiba, saya berencana mengunjungi state atau kota dimana mertua saya tinggal saat ini, Richmond, California. Saya pun berencana untuk berpetualang bersama rekan dekat saya asal Filipina, Kim Zapanta.

Kami sepakat untuk memilih berkendara menggunakan mobil ketimbang pesawat, kenapa? karena keingin tahuan saya langsung muncul ketika melihat informasi bahwa perjalanan dari Portland Oregon, ke Richmond , California memakan waktu 8 jam. Terbayang langsung akan keindahan panorama a la film, dan objek wisata lain yang bisa saya singgahi sepanjang perjalanan. Bila anda bepergian menggunakan pesawat, dijamin tidak akan seru perjalanan anda, cepat memang dan tidak melelahkan, but hey man, kita disini bukan untuk keperluan bisnis, atau orang kelebihan duit, hehe. Jadi, opsi berkendara dengan mobil dirasa yang paling memungkinkan bagi kami.

Akhirnya, kami berangkat pukul 6 pagi dan tiba di California pukul 4 sore kurang lebih, karena dalam perjalanan saya harus berhenti untuk mengisi perut dan mengisi bahan bakar.

Ada yang unik sepanjang trip saya selama berkeliling Amerika, tunggu dulu, Keliling Amerika? Betul sekali. Saya termasuk salah satu orang yang beruntung bisa mengetahui seluk beluk hampir setiap negara bagian di Amerika; kebetulan atas izin-Nya saya diberi kesempatan untuk berkendara keliling Amerika, dari ujung Barat ke ujung Timur.

Dalam setiap perjalanan, saya selalu membawa rice cooker dan memasak nasi disetiap rest area, atau bahkan restoran fast food. Dan serunya lagi, kadang saya bisa mendapatkan minuman soda gratis dari setiap restoran fast food yang saya singgahi. Caranya? Sssst…cukup membawa cuo minuman yang bermerk sama dengan yang tersedia di fast food, anda bisa meminta mengisi ulang kepada petugas disana. Latak dicoba. Meskipun, harga soft drink disana tidak begitu menguras kantong pada umumnya.

Setelah sampai di California, Perjalanan masih harus ditempuh sekitar 3 jam untuk menuju Los Angeles, dan 2 jam menuju San Francisco.

California, ternyata sebuah tempat yang indah, subur dan hijau. Sepanjang Highway, terlihat nanyak sapi berkeliaran di padang rumput, dan ladang gandum yang Maha Luas. Inilah gandum yang akan digunakan sebagai bahan utama roti dan bir bermerk ‘Budweiser’ diantaranya. Dan, ladang gamdum ini hanya terdapat di California karena suhu yamg cocok.

Sampai di Richmond, kota kelahiran sang legenda Bruce Lee, Kota ini terbilang lumayan padat, dengan populasi lumayan besar, tapi tidak sebesar Bandung. Kota ini boleh mirip fungsinya dengan New Jersey; sebagai kota transit fungsinya. Banyak orang tinggal di Richmond dan bekerja di San Francisco, seperti halnya orang tinggal di New Jersey untuk bekerja di New York City.

Setelah beramah tamah dengan kerabat dan keluarga di kota Richmond, sang mertua menyuguhkan masakan khas Indonesia yang lezat. Setelah menikmati hidangan, tak terasa mata terasa lelah, saya pun memutuskan untuk segera beristirahat.

San Francisco.

Esok hari, saya memutuskan untuk mengunjungi kota San Francisco. Kebetulan jarak dari kota Richmond ke San Francisco ‘hanya’ 1 jam lamanya, atau 45 menit, pake acara ngebut.

Pagi hari ‘on the day after’, saya langsung meluncur ke kota San Francisco sejak awal dan sarapan terlebih dahulu, mengingat banyaknya tempat yang akan saya datangi nanti, dan saya hanya memiliki waktu yang lumayan singkat, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi salah satu tempat ikonik di San Francisco yang paling ramai dikunjungi wisatatawan.

Melewati jalan tol yang menghubungkan kedua tempat, yang bernama ‘San Francisco-Oakland Bay Bridge’, dimana jembatan tersebut terdiri dari dua tingkat, dimana setiap tingkat digunakan untuk jalur berbeda arah.

Indah, bersih dan modern, pikirku. Kota ini merupakan campuran dari kota dermaga dan gedung pencakar langit yang modern. Disinilah tempat munculnya merk celana paling terkenal seantaero jagad: Levi Strauss, atau populer disebut Levi’s. Sempat mampir ke downtown area, saya tidak menyangka bahwa San Francisco begitu canggih, tidak seperti yang saya lihat sekarang ini. Gedung tinggi, Football Stadium, restoran, hingga bandara udara internasional terdapat disini. Sepanjang pengalaman saya bertualang, San Francisco layak disamakan dengan New York City, hanya bedanya, San Francisco terlihat lebih bersih.

DSC00852
San Francisco Bay Area, salah satu sudut kota San Francisco.

Tempat pertama yang saya singgahi ketika itu “The Fisherman’s Wharf”. The Fisherman’s Wharf bertempat di dermaga disekitar pinggiran kota San Francisco, atau “Pier 39” orang lokal menyebutnya. Awalnya saya tidak menyangka bahwa lokasi ini begitu ‘iconic’ bagi warga lokal. Tidak heran, karena Lokasi ini menjadi tempat kunjungan wisata para turis, karena menyimpan beberapa cerita.

Di area inilah terdapat salah satu, atau beberapa (?) kapal-kapal perang yang dahulu kala digunakan ketika perang dunia I berlangsung.

Alcatraz

Icon lain yang membuat populer di kawasan ini adalah terdapatnya penjara paling terkenal diseluruh dunia, Alcatraz. Tempat ini dulunya merupakan sebuah tempat tahanan bagi para pelaku kriminal kelas berat pada era tahun 1920-an. Untuk mengunjungi tempat ini biasanya kita bisa melakukan perjalanan sendiri, atau mengikuti tour yang disediakan oleh pemerintah setempat. Cukup membayar 20 USD, anda bisa mengikuti perjalanan ke area penjara terkenal ini.

Tidak lupa pula, melalui area ini anda bisa melihat Jembatan ‘Golden Gate Bridge’ yang terkenal dari sini.

Fisherman Wharf.

DSC00859
Pintu masuk lokasi Fisherman’s Wharf, San Francisco

Ketika tiba, waktu masih menunjukan pukul 9 pagi, masih terlalu dini bagi restoran untuk buka. Maka, saya menyempatkan diri untuk menikmati Caffe Late di kedai kopi terdekat. Jajanan di area ini sungguh bervariasi. Namun yang paling populer adalah jajanan seafoodnya yang berbahan dasar kepiting. Kepiting ini merupakan hasil tangkapan nelayan lokal yang biasanya melaut setiap musim ikan atau komoditi. Ada yang melaut ketika musim ikan tuna, kepiting atau bahkan kerang.

clam chowder
Clam Chowder

Jajanan ini biasa disebut “Clam Chowder”; semacam cream soup yang berbahan utama kentang dan kerang. Rasanya nikmat, dan sedikit asin. Beberapa restoran di lokasi ini membuat masakan ini berdasarkan gaya masing-masing. Ada yang menambahkan daging kepiting, atau ikan, bahkan jagung. Harga satu porsinya rata-rata sekitar 25 USD sampai 30 USD, lumayan mahal bila anda menikmatinya di restoran mewah. Tapi, biasanya ada beberapa tempat yang menyedikan masakan sejenis yang berlokasi di area food court, dan harganya relatif lebih murah. Food court atau jajan dipinggir jalan yang menjadi alternatif saya.

DSC00857
Berpose bersama pedagang Seafood lokal di Bay Area.

Oh ya, dan jangan lupakan kepiting rebus lokal khas San Francisco. Ukurannya terbilan lumayan, sehingga untuk menghabiskan satu porsi saja saya pikir sudah kenyang. Cara memasak kepiting ini normalnya direbus didalam air garam, dan disajikan polos. Jenis makanan ini memang ditujukan untuk cemilan ringan. Ada pula yang digoreng, dan ditemani kentang goreng dan saus, sehingga jenisnya mirip seperti perkedel. Semuanya enak, tergantung jenis mana yang anda suka. Penyajian yang paling saya suka adalah ketika daging kepiting disatukan dengan mayonaise dan roti kadet, serta dicampur saus cream dicampur sayiran dan resep racikan tradisional mereka.
Capcussss rasanya!

crab_san francisco

Luar biasa sensasinya. Tapi hati-hati terhadap kolesterol anda bila terlalu banyak menyantap daging kepiting, ok. Bisa bisa asam urat anda langsumg naik, dan kaki langsung pegal rasanya.

DSC00867
B.A.R.T (Bay Area Rapid Transport) Moda transportasi utama di San Francisco Bay Area .

Setelah menikmati semangkuk cream soup of clam chowder, saya segera berkeliling di area sekitar. Terlihat beberapa transportasi umum lalu lalang. Transportasi umum yang terkenal disini disebut dengan B.A.R.T, atau orang biasa menyebutnya ‘Bart”. Adalah kepanjangan dari ‘Bay Area Rapid Transit’, yang dari namanya bisa ditebak; menghubungkan beberapa area di wilayah pesisir. Bentuknya seperti bus kuno zaman dulu yang tampak sudah berusia puluhan tahun. Kereta ini bertenaga listrik, sehingga lebih tepat disebut Trem. Berbeda dengan konsep moda transport umum di kota lain, nampaknya pemerintah lokal ingin mempertahankan konsepe ‘Heritage’, untuk menarik minat turis dan menjaga tradisi lokal.

DSC00873
Tempat penampungan sementara Anjing laut

Tidak jauh dari tempat jajanan, saya mendatangi lokasi lain yang terbilang unik. Mengapa unik? karena disini terdapat tempat beristirahatnya para Anjing laut yang biasanya muncul untuk berjemur dan beristirahat. Pemerintah setempat menyediakan tempat khusus, semacam dermaga kecil terapung yang terbuat dari kayu berukuran 25 meter persegi, sehingga anjing laut bisa beristirahat ditempat ini. Dermaga kecil ini berjumlah kurang lebih 20 buah, sehingga bisa anda bayangkan betapa banyaknya jumlah populasi anjing laut di lokasi ini.

DSC00875

Tidak terasa waktu sudah semakin sore, dan besok pagi saya harus segera melanjtukan perjalnan ke Dsineyland di kota Los Angeles, California. Setelah itu, saya harus kembali ke kota tempat kerja saya berada, Portland, Oregon.

Maka saya memutuskan untuk segera pulang dan menghabiskan waktu dengan keluarga untuk makan malam bersama, karena kesempatan untuk berkunjung kesini sangat jarang dikarenakan jadwal yang lumayan padat.

Itulah salah satu pengalaman di San Francisco. Teringat lagu yang dipopulerkan oleh Tony Bennet, “I Left My Heart In San Francisco”, adalah benar adanya. Tempat ini akan selalu berada di hati saya karena keindahan alam dan ketenangannya.

Di artikel lain, akan saya ceritakan pengalaman saya ketika berkunjung ke Golden Gate Bridge dan China town di San Francisco, Amerika Serikat.

Salam Petualang dan sukses selalu semuanya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s