Tips Bekerja di Luar Negeri

image

Bekerja di Luar Negeri, merupakan idaman bagi sebagian orang pada umumnya. Segala fasilitas, gaya hidup dan kemudahan lainnya yang didapat di Luar Negeri merupakan magnet tersendiri, selain jumlah gaji yang relatif besar tentunya.

Namun, dibalik semua itu, dibutuhkan pengorbanan dan kekuatan mental yang sangat kuat bagi para tenaga kerja yang berminat bekerja di Luar Negeri. Bagaimana tidak, kita bersaing tidak hanya dengan berbagai suku dari negeri sendiri, tetapi kita harus bersaing dengan berbagai orang dari setiap penjuru mata angin.
Belum lagi tingkat disiplin yang amat ketat dari puhak perusahaan, tidak jarang membuat para pekerja frustasi, bahkan bagi orang lokal sekalipun.

Beruntung, saya memiliki ‘jam terbang’ yang lumayan tinggi dalam hal ini. Pengalaman Bekerja di Amerika Serikat selama 4 tahun, dan bekerja di Australia sejak 4 tahun yamg lalu hingga saat ini, merupakan pencapaian tersendiri bagi diri saya. Dan semua kesempatan itu tidak didapat dengan mudah. Sangat menguras energi malahan. But its worthed, anyway (?).

Oh ya, Kenapa saya tambahkan tanda tanya pada pernyataan tadi, karena semua pengorbanan itu bisa sebanding dengan apa yang anda dapatkan nanti, bisa tidak.

Menurut pengalaman saya, urgensi dan minat negara-negara asing untuk mencari tenaga kerja dari luar masih sangat besar. Jenis pekerjaan yang tersedia pun beragam, namun umumnya pekerjaan itu membutuhkan skill khusus serta sertifikat. Pekerjaan seperti Perawat, “Age Carer”, “Cook” (Juru Masak), “Pipeliner” di perusahaan Minyak asing, Penata rambut, Insinyur, “Electrician” hingga “Plumber” atau tukang ledeng banyak dibutuhkan oleh negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, New Zealand, Belanda, Jepang dan Dubai.

Besarnya gaji biasanya tergantung kepada regulasi negara tempat anda bekerja nanti. Biasanya, anda akan dikontrak sebagai tenaga ahli, dan dibayar berdasarkan jam atau biasa disebut “Rate Hour”. Jumlahnya pun beragam dan relatif.
Di Australia misalnya, tenaga ahli biasanya mendapat bayaran 26 AUD hingga 32 AUD per jam nya.

Lain halnya di Amerika Serikat, pekerjaan sebagai perawat mendapat bayaran sekitar 45 USD hingga 50 USD per jam nya. Dan beruntung sekali dimana adik saya bekerja sebagai perawat di Amerika Serikat dan Jepang saat ini.

di Australia sendiri cukup berbeda situasinya. Normal waktu bekerja, biasanya 40 jam per minggu, dengan rate overtime 30% per jam dari gaji normal.

Menggiurkan, bukan?

Namun demikian, Anda mungkin pernah memiliki pengalaman lainnya yang berbeda dengan penalaman saya. Sharing dari anda pasti ditunggu kehadirannya. Semoga masukan-masukan ini bisa berguna nantinya bagi rekan yang membutuhkan informasi mengenai seputar pekerjaan di Luar Negeri.

Seperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”, begitu pula dengan mencari pekerjaan di Luar Negeri, beragam caranya.

Anda pun bisa bekerja sambil anda menjalankan studi anda atau pasangan anda ketika berada di Luar Negeri. Pemerintah setempat biasanya mengizinkan ‘spouse’ atau pasangan untuk bekerja di negaranya, dengan batasan jam tertentu misalnya.

Di Australia contohnya, “spouse”, atau pasangan pemegang visa utama, dapat bekerja dengan limit 20 jam per minggu, bila istri/suami menjalankan studi S1.

Beberapa macam jenis pekerjaan bisa anda pilih untuk bidang pekerjaan di luar negeri, namun secara garis besar, jenis pekerjaan biasa kami bagi kedalam 2 jenis pekerjaan; pekerjaan darat dan laut.

1. Pekerjaan Darat (OnShore).

Biasanya kami sebut demikian, dikarenakan jenis pekerjaan yang umumnya terdapat di kota-kota dan pedesaan,atau di dataran, pertambangan, perkebunan, dan bukan berada di laut atau perairan.

2. Pekerjaan Laut (off Shore).

Jenis pekerjaan ini memiliki karakteristik khusus, dikarenakan tempat/lokasi nya berkaitan dengan laut. Misalnya bekerja di Kapal Pesiar, penangkapan ikan, kilang minyak, dll.

Dikarenakan kebetulan saya berlatar belakang memiliki pengalaman bekerja di ‘off-shore’, maka akan coba saya rangkum beberapa pengalaman saya tentang eksplorasi pekerjaan di Luar Negeri.

Ada beberapa cara yang efektif menurut saya dalam mendapatkan kesempatan untuk bekerja di luar negeri. Ada yang melalui lembaga pendidikan atau instansi terkait yang bekerja sama dengan pihak Luar Negeri, melalui Agen Tenaga Kerja, sampai melamar langsung ke Perusahaan melalui korespondensi email. Semua tergantung kepada anda, cara mana yang ingin anda pilih.

Profil di Media Sosial atau Internet.

Salah satu contoh pelamaran adalah dengan mengirimkan profil anda melalui e-mail kepada perusahaan-perusahaan yang anda minati. Meskipun mereka bukan dalam kapasitas membuka lowongan pekerjaan.

Cara itu Memang memang terkesan untung-untungan, tetapi kadang itu berjalan! Mengingat ketatnya persaungan untuk bisa bekerja , terutama di luar negeri, kadang membutuhkan segala daya upaya dan sedikit keajaiban.

Bisa pula anda membuat profil pribadi di situs-situs tenaga kerja profesional. Yang paling sering digunakan biasanya situs ‘Linkedn’. Seperti yang dialami oleh Isri saya, beliau sering dihubungi oleh pihak perusahaan untuk bekerja sama melalui situs ini. Layak anda coba.

Peran Agensi Pekerja Lokal

Adapun beberapa agensi tenaga kerja yang menyediakan layanan penempatan bekerja di luar negeri, namun kita perlu hati-hati dengan jenis cara yang satu ini. Banyak beberapa organisasi baik itu swasta maupun pemerintah yang mengaku sebagai agensi dan mampu mendapatkan peluang kerja di Luar Negeri, namun demikian kita perlu berhati-hati dengan hal ini. Saya sendiri dulu pernah mengalami hal pahit ketika harus kehilangan sejumlah uang karena tergiur janji manis agensi yang mengaku sedang membutuhkan karyawan di Luar Negeri.

Lamaran Langsung ke Perusahaan

Cara ini boleh dibilang efektif juga, meskipun kadang kurang mendapatkan respon yang cepat dan positif. Tapi hey, namanya juga usaha, perlu pengorbanan kan? kalau mau kerja di Luar Negeri itu semudah membalikkan telapak tangan, maka tentu bukan hanya saya saja yang bisa bekerja sekarang. Orang lain pun akan dengan mudahnya bekerja disana. Ini semua tergantung nasib dan takdir. Tidak ada salahnya mencoba.

Dulu, saya pernah mencoba dengan cara ini, dan berhasil. Ketika itu, saya mencoba melamar langsung ke perusahaan Hard Rock Hotel & Casino di Amerika Serikat, dan tidak disangka saya mendapatkan respon dari company, dan melakukan interview melalui Skype. Proses biasanya dipandu melalui email yang dikirimkan pihak perusahaan, jadi tidak begitu sulit tentunya.

Syarat Umum bagi peminat kerja di Luar Negeri.

Biasanya, untuk bekerja secara resmi di luar negeri, dibuthkan beberapa persyaratan sebagai berikut:

1. Sertifikat keahlian.

Sertifikasi ini biasanya diutamakan melalui lembaga pendidikan tempat negara berasal.
Mengapa? Karena biasanya sertifikasi berkaitan dengan metode, cara dan proses yang biasa dilakukan menurut standar negara yang bersangkutan.

Meskipun bisa melampirkan ijazah atau sertifikasi dari negara kita (Indonesia), biasanya, dibutuhkan pengalaman kerja lebih dari 3 tahun. Dan sertifikat biasanya harus diterjemahkan kedalam bahasa inggris.

Alangkah baiknya bila kita memiliki sertifikat keahlian yang langsung diperoleh dari Negara tujuan.

2. Sertifikasi Bahasa Inggris.

Bahasa merupakan salah satu faktor penting dalam komunikasi, terutama yang kaitannya dengan pekerjaan. Pada umumnya, bahasa yang dibutuhkan dalam persyaratan ini adalah bahasa inggris.
Standar penilaian bahasa inggris berbeda dalam setiap negara. Untuk negara eropa, biasanya menggunakan standar pengujian bahasa inggris IELTS sebagai acuannya, dengan nilai minimum 6.0 untuk General English.
Untuk negara Amerika Serikat dan Canada, menggunakan metode TOEFL sebagai acuannya. Dengan skor minimum 480 sebagai persyaratannya.

3. Surat Keterangan Kepolisian.

Diperoleh melalui kantor Kepolisian pusat di daerah tempat calon tenaga kerja berdomisili. Dokumen ini nantinya akan diterjemahkan kedalam bahasa inggris.

4. Cek Laboratorium untuk Kesehatan.
Tempat untuk melakukan test ini biasanya ditunjuk oleh kedutaan negara tujuan, dengan Rumah Sakit yang telah ditunjuk khusus oleh pemerintah negarayang bersangkutan. Hasil laboratorium akan langsung dikirim ke pihak kedutaan negara yang dituju.

5. Surat keterangan Sponsorhip dari perusahaan.

Ini merupakan tahap akhir bila semua persyaratan telah dipenuhi oleh kedua belah pihak (kandidat dan perusahaan). Perusahaan biasa nya akan mengeluarkan petisi atau surat keterangan bahwasanya mereka menyetujui calon karyawan untuk bekerja di perusahaan mereka.
Didalam surat tersebut biasanya dicantumkan termin kontrak, besarnya penghasilan serta fasilitas dan jaminan yang disediakan oleh perusahaan

Semua orang memiliki nasib dan cara yang berbeda dalam menempuh birokrasi aplikasi. Namun cara diatas merupakan proses paling umum yang biasanya harus dilalui para calon tenaga kerja yang akan bekerja di Luar Negeri.

Selamat mencoba,
Salam Sukses!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s